Berani Baca? Kisah Horor Di Gedung Tua Kemenkeu Yang Berhantu

  • Bagikan

cerita horor di gedung tua kemenkeu berhantu

Gedung Alexander Andries (AA) Maramis atau yang lebih diketahui dengan gedung Daendels punya Kementerian Keuangan dibuat pada tahun 1809, itu berarti gedung tua ini telah berumue lebih dari 209 tahun.

Ini membuatnya masuk dalam Cagar Budaya yang harus dilindungi. Seian itu nyatanya bangunan ini jadi gedung bersejarah paling besar se-Asia Tenggara.

Bangunan yang terdapat di Jalan Dr. Wahidin Nomor 1 sampai ke Jalan Lapangan Banteng Timur Nomor 2-4, Jakarta Pusat ini, mempunyai arsitektur bergaya Eropa, dengan beberapa jendela-jendela yang bergaris serta memiliki ukuran tinggi.

Tetapi, tahukah anda, banyak cerita-cerita horor yang bertumbuh di gedung itu? Berikut cerita serta pengalaman dari beberapa saksimata.

Terdengar derap kaki orang berbaris
Salah satunya petugas keamanan, namanya Ujang Supriyatna bercerita waktu lalu, ia memperoleh info bila ada pegawai Kementerian yang alami insiden menyeramkan.

“Ada pegawai yang semula ingin lembur, walau sebenarnya waktu itu baru jam 10 malam, ia lari ke depan katakan jika dengar ada suara derap kaki orang berbaris,” tutur Ujang di muka Gedung AA Maramis.

Ujang menjelaskan, kelihatannya banyak cerita-cerita seram yang lain yang dirasakan oleh pegawai. Sebab gedung ini terhitung gedung tua yang telah dikonsumsi umur serta kosong tiap malamnya.

Figur wanita Noni Belanda
Salah satunya pekerja yang melakukan renovasi gedung, Lilik bercerita ia seringkali alami insiden aneh.

Contohnya lihat wanita berpostur seperti Noni Belanda sedang berdiri di sudut ruang. Lilik yang telah kerja sepanjang 12 tahun ini akui seringkali dikerjai mahkluk halus.

“Ya ada-ada saja, tempo hari saya serta rekan-rekan masuk ke gedung yang paling sudut, terus ada yang lempar gunakan pasir, walau sebenarnya pasir kami simpan dibawah,” tambah ia.

Figur bayangan warna putih
Tidak hanya mereka, Surya yang pekerja perbaikan akui tempo hari sore mendekati magrib lihat sekelebat bayangan putih di gedung ini.

“Padahal saya baru satu tahun kerja di sini, tempo hari lihat ada bayangan putih berkelebat seputar jam 5:30, masih sore,” kata Surya.

Berdasar web Kementerian Keuangan, Gedung AA Maramis dibuat pada 7 Maret 1809 waktu di pimpin Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels. Gedung itu dibuat untuk mengalihkan Istana Batavia yang mulai kotor dari muara Sungai Ciliwung ke daerah pusat ibu kota baru, Weltevreden.

Gedung AA Maramis dibuat pada 7 Maret 1809 waktu di pimpin Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels yang terlihat patungyna ada di muka gedung. Sekarang patung itu telah dirombak.

Pada tahun 1828 bangunan ini diresmikan oleh Komisaris Jenderal L.P.J Du Bis de Ghisignies, tetapi sebab terbatasnya ongkos bangunan tidak dipakai jadi istana tapi jadi kantor besar masalah keuangan Negara serta lembaga pemerintah penting yang lain.

Semenjak tahun 1828 sampai 1942 serta bersambung di zaman kekuasaan Jepang di Indonesia di antara tahun 1942-1945 dan zaman NICA tahun 1945-1949, pada akhirnya gedung itu diberikan pada Negara Republik Indonesia di tahun 1950, serta diteruskan pendayagunaannya jadi kantor Kementerian Keuangan RI dengan Menteri Keuangan pertamanya yakni A.A. Maramis.

Oleh karenanya Gedung Kementerian Keuangan ini juga dikenal jadi Gedung A.A. Maramis (Alexander Andries Maramis).

Gedung Kementerian Keuangan yang dahulu namanya Daendels Palace, Witte Huis (White House) atau Groote Huis (Great House) ini pada tahun 2018 diperbaiki.

Keterikatan gedung itu dengan beberapa tokoh serta persitiwa dalam periode waktu 200 tahun, baik dengan fisik atau semantik, jadikan bangunan itu penting dari sisi riwayat, kebudayaan serta ilmu dan pengetahuan nasional.

Oleh karenanya, sesuai Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 mengenai Cagar Budaya, karena itu Gedung A.A. Maramis dimasukkan ke Cagar Budaya yang harus dilindungi, dijaga, serta digunakan.

Hal ini searah dengan referensi UNESCO tentang bangunan serta lingkungan cadar budaya dengan fundamental yakni “Saving the Past for the Future and Give a Future to the Past.”

Gedung Kementerian Keuangan yang dahulu namanya Daendels Palace, Witte Huis (White House) atau Groote Huis (Great House) ini pada tahun 2018 diperbaiki. Tetapi apa kejadian mistis serta beberapa hal aneh itu tetap ada?

  • Bagikan