Beternak Itik, Alternatif Pilihan Usaha Di Masa Pandemi

  • Bagikan

Beternak Itik, Alternatif Pilihan Usaha Di Masa Pandemi – Kapanewon Minggir dan Moyudan merupakan wilayah yang potensial sebagai lahan pertanian. Sebagian besar lahan pertanian tersebut ditanami komoditas padi sehingga masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani. Selain usaha pokoknya bertani padi di sawah, sebagian masyarakatnya juga mempunyai usaha sambilan beternak dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai pakan ternak sekaligus menjadikan sawahnya sebagai lahan penggembalaan (lahan pangonan) seusai panen.

Beternak Itik, Alternatif Pilihan Usaha Di Masa Pandemi

 

Beternak Itik, Alternatif Pilihan Usaha Di Masa Pandemi

 

Komoditas peternakan yang cukup banyak ditemui di wilayah Kapanewon Minggir dan Moyudan adalah ternak Itik. Populasi ternak itik di wilayah ini cukup banyak karena potensi lahan pertanian yang cukup luas sehingga dapat dijadikan sebagai lahan penggembalaan.

Penghasilan Setiap Hari

Beternak itik ini dijalani turun temurun dengan memanfaatkan kearifan lokal, dan terbukti tetap bertahan selama masa-masa sulit menghadapi pandemi Covid-19. Rata-rata peternak memelihara itik untuk produksi telur yang dapat memberikan penghasilan setiap harinya. Selain itu, ada juga beberapa peternak yang menggeluti usaha pembesaran itik untuk kemudian dijual sebagai bibit siap telur. Usaha ini tentunya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sebagai sumber protein hewani yang dapat meningkatkan kecerdasan masyarakat.

Sektor pertanian termasuk salah satu sektor yang masih dapat bertahan selama masa pendemi Covid-19. Selain peternak itik yang sudah lama berkecimpung, dimasa pandemi ini juga mulai bermunculan peternak-peternak itik baru. Beberapa peternak baru diantaranya adalah peternak itik di daerah Jonggrangan dan Ngepringan, Sendangrejo, Minggir. Usaha ini berkembang sebagai dampak adanya PHK yang dilakukan perusahaan-perusahaan, sehingga untuk bisa tetap bertahan hidup, dipilihlah usaha beternak itik karena modal yang tidak banyak dan sistem pemeliharaannya yang relatif mudah.

Pakan Alternatif Melimpah

Hambatan yang banyak ditemui usaha beternak itik adalah terkait harga pakan yang mahal. Harga pakan itik yang mahal dapat disiasati dengan memanfaatkan sawah seusai panen sebagai lahan penggembalaan. Selain itu, peternak dapat memanfaatkan bahan pakan yang banyak tersedia di lingkungan sekitar. Tentunya hal ini akan mengurangi biaya pakan. Namun dalam menggembalakan itik di sawah, peternak harus memahami kondisi lahan penggembalaan, pastikan bahwa di lahan tersebut tidak terdapat zat-zat yang berbahaya untuk dikonsumsi itik. Hindari kejadian keracunan pada itik di lahan penggembalaan, karena akan berakibat mulai dari penurunan produksi, kelumpuhan hingga kematian.

Beternak Itik, Alternatif Pilihan Usaha Di Masa Pandemi

Munculnya penyakit pada peternakan itik tentunya akan menjadi masalah serius. Selain menyebabkan penurunan produktivitas, beberapa penyakit yang berasal dari virus juga dapat menyebabkan kematian dalam jumlah tinggi. Kunci dari usaha beternak unggas termasuk itik adalah lebih kepada manajemen pemeliharaan dan biosekurity kandang. Dengan manajemen pemeliharaan dan biosekurity yang baik akan meminimalisir penyakit masuk ke dalam kandang. Biosekurity tersebut meliputi rutin melakukan desinfeksi kandang menggunakan desinfektan, melakukan vaksinasi, dan menjaga lalu lintas keluar masuk ke kandang. Selain itu dengan manajemen pemeliharaan yang baik, yaitu dengan menjaga kebersihan kandang dan membuat saluran pembuangan limbah secara tertutup, akan dapat meminimalisir pencemaran lingkungan dan mengurangi timbulnya bau kurang sedap sehingga terhindar dari komplain masyarakat sekitar.

Peran dari berbagai stake holder terbukti dapat mendukung eksisnya usaha beternak itik ini. Peternak itik yang serius mengembangkan usahanya, kader vaksinator yang siap membantu vaksinasi, didukung pemerintah yang selalu mensuport usaha peternak kecil dengan memberikan penguatan modal, melakukan pembinaan serta menyediakan vaksin dan desinfektan tentunya membuat usaha ini semakin eksis.

Beternak Itik, Alternatif Pilihan Usaha Di Masa Pandemi

Selain hal tersebut, dilakukan surveilans rutin untuk deteksi dini terhadap keberadaan suatu penyakit. Puskeswan Moyudan bersama-sama dengan UPTD Pelayanan Kesehatan Hewan dan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman serta Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta, tahun 2021 juga melakukan surveilans rutin dengan mengambil sampel swab tenggorokan untuk uji Avian Influenza (AI) pada ternak itik di Kelompok Ternak Mulyo Adi, Sadon, Sendangmulyo, Minggir, dan hasilnya semua sampel terbebas dari penyakit Avian Influenza.

  • Bagikan