Desa Wisata Rajek Wetan (DEWI RAWE) – Desa Wisata Budaya Rajek Wetan (Dewi Rawe) Tirtoadi, Mlati, Sleman merupakan wisata pedesaan yang berkarakter budaya. Berdiri sejak 16 Februari 2019 seiring terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis Dewi Rawe). Karakter budayanya terbentuk secara alami meliputi sejarah, seni, budaya, kerajinan, pertanian, pemukiman, keragaman flora, fauna, transportasi tradisional, serta sejumlah kearifan lokal.

Kawasan ini terletak di selatan Selokan Mataram (dibangun Sri Sultan Hamengku Buwono IX tahun 1942), di tepi Kali Bedog yang merupakan urat nadi sejarah sejak era Mataram, dan di tengah kawasan persawahan, sehingga menjadikan Dewi Rawe memiliki posisi historis-sosiologis yang unik dan sulit dicarikan padanannya.

Menurut fasilitator Desa Wisata Budaya Rajek Wetan, potensi itu diberdayakan, dikelola, dan dikembangkan secara swadaya dan mandiri melalui pendekatan Community Based Tourism (CBT) yang bersendikan penjelajahan (adventure travel), wisata budaya (cultural tourism), dan ekowisata (ecotourism). Seluruh aktivitas itu dikerjakan oleh warga di empat RT secara simultan dengan penuh kegotongroyongan.

Desa Wisata Rajek Wetan (DEWI RAWE)

Potensi Dewi Rawe antara lain meliputi nDalem Sastrosudarman yang diubah fungsinya menjadi Pusat Kebudayaan “Sastro Sudarmo” dan Museum Budaya Rawe. Tempat ini pernah menjadi markas Batalyon Susilo Sudarman saat Clash II 1948-1949 dan markas Pamong Praja. Ada pula Wanadesa, Taman Drembombok, Pasar Papringan Rawe, dan Wahana Kali Bedog.

Selain itu ada delapan pendopo tua yang masing-masing kapasitasnya di atas 100 orang. Jumlah homestay siap pakai sementara ada 20 buah dengan kapasitas 42 kamar (100-an orang). Satu diantanya adalah Limasan Wongso yang berstandar internasional dengan 6 buah kamar.

Masyarakat Rajek Wetan yang bersendikan agraris memiliki kerajinan anyaman bambu atau kepang, sedang kesenian yang dimiliki antara lain cokekan, panembromo, karawitan, ketoprak, jatilan, tarian, wayang dan seni lukis

Desa Wisata Rajek Wetan (DEWI RAWE)

Daya tarik lainnya di sudut dusun bisa ditemukan sejumlah flora langka seperti kepel, mundu, jambe, kolang kaling, pace, blimbing wuluh, kokosan, serut, dan kemuning. Beberapa warga masih memiliki moda transportasi tradisional seperti andong, sepeda, dan gerobag. Satwa langka yang endemik antara lain burung drembombok, biawak, deruk lumut, drodot, garengpung, kunang kunang, samberilir, kuntul, lebah madu.

Dijelaskan, sebagai desa lama Rajek Wetan menyisakan jejak sejarah seperti yoni, saluran air (ledeng), mata air (belik) Lengki, pleret, bug Krawak, dan Kali Mlangi. Kuliner khas Dewi Rawe antara lain gudeg rebung, bobor rebung, gulai rebung, bening kelor, resoles rebung, lumpia rebung dengan minuman wedang sere, wedang jahe, gula asem, secang, dan telang. Fasilitas tambahan yang dikembangkan antara lain Wanadesa sebagai camping ground dan arena bermain, pasar kreatif Dewi Rawe, taman bunga, dan wahana air Kali Bedog.

Desa Wisata Rajek Wetan (DEWI RAWE)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: