Dolanan – Dolanan Di Dusun Kaweden Part 3

7. Mul-mulan

 

 

 

Permainan ini diakukan dua pemain. Pertama-tama dibuat sebuah lingkaran atau sebuah kotak,kemudian dibagi menjadi delapan bagian.

 

Permainan ini diawali dengan pemilihan alat permainan yang akan dipakai, misalnya pecahan genting, batu kecil, daun kecil, ranting, atau benda lain yang berukuran kecil. Masing-masing pemain harus menentukan alat permainan yang berbeda, misalnya pemain A menggunakan pecahan genting, dan pemain 2 menggunakan batu kecil. Setiap pemain harus mencari masing-masing 2 buah alat sesuai dengan pilihanny (3 buah genting dan 3 buah batu kecil).

 

Kemudian kedua pemain melakukan pingsut untuk menentukan pemain mana yang bermain lebih dulu. Tiap pemain meletakkan secara bergiliran ketiga benda yang dimilikinya di tiap titik pertemuan garis hingga keenam benda tersebut berada di kotak permainan. Tiap pemain mendapatkan giliran untuk menggeser benda miliknya. Tugas tiap pemain adalah berusaha meletakkan ketiga benda pada satu garis lurus dan menghalangi lawan membentuk garis lurus. Pemain yang dapat membentuk garis lurus dinyatakan sebagai pemenang.

 

8. Bas-basan

 

 

 

Permainan ini dilakukan oleh dua orang. Pertama-tama, pemain harus membuat gambar seperti di atas dan menyiapkan biji permainan yang bisa terbuat dari benda apa saja sebanyak 16 biji untuk setiap pemain. Tiap pemain harus memilih jenis biji yang berbeda, misalnya pecahan genting, batu, daun, potongan ranting, atau yang lainnya, seperti halnya dalam permainan mul-mulan. Tiap pemain secara bergiliran manggeser tiap biji yang dimilikinya seuai garis untuk bisa memakan lawan. Cara memakan adalah dengan melompati biji lawan, dengan kata lain di belakang biji lawan harus ada ruang kosong. Apabila biji pemain berhasil mencapai gunung lawan (segitiga lawan) maka biji tersebut dikatakan ngedan (Indonesia: gila). Dalam satu giliran, biji yang ngedan boleh bergerak lebih dari satu langkah tetapi harus sesuai dengan garis. Pemain dikatakan menang jika berhasil memakan semua biji lawan.

Dolanan – Dolanan Di Dusun Kaweden Part 3

9. Benthik

 

 

Kata benthik artinya bentur. Karena permainan ini menggunakan dua ranting/kayu yang jika dibenturkan menghasilkan bunyi “thik” sehingga disebut dengan benthik. Permainan ini bersifat rekratif, edukatif, melatih ketrampilan tangan dan ketahanan jasmani. Permainan benthik bisa dilakukan sendiri-sendiri atau secara berkelompok. Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan tanah lapang yang luas, dua buah ranting yang lurus dan keras sepanjang 15 cm dan 40 cm.

 

 Untuk permainan sendiri, pertama-tama, para pemain menentukan siapa yang akan main duluan dengan cara hompimpah, sedangkan yang lain menjadi kelompok jaga. Kemudian pemain harus membuat satu lubang kecil agak panjang di tanah untuk meletakkan ranting atau lidi yang lebih pendek. Pemain pertama mulai dngan posisi pertama yaitu ranting yang pendek diletakkan melintang lubang kecil tadi lalu mencongkelnya dengan keras. Apabila pemain jaga bisa menangkap ranting pendek tersebut, maka pemain yang menangkap mendapat nilai lima(5). Selanjutnya pemain pertama meletakkan ranting yang panjang tadi di atas lubang kecil tadi secara melintang untuk di lempar dengan ranting pendek. Jika mengenainya,maka pemain pertama harus gantian ikut jaga.

Dolanan – Dolanan Di Dusun Kaweden Part 3

 Namun jika tidak kena pemain pertama melanjutkan dengan posisi ke dua,yaitu ranting yang pendek di letakkan di punggung tangan kiri secara melintang. Kemudian dengan ranting yang panjang,ranting yang pendek tadi di pukul sekeras-kerasnya. Apabila ada yang bisa menangkap ranting yang pendek tadi maka pemain yang menangkap ranting pendek tadi mendapat nilai sepuluh(10). Kemudian ranting yang pendek tadi dilempar oleh pemain jaga ke arah lubang kecil tadi. Kalau bisa sedekat mungkin dengan lubangnya. Sehingga jaraknya tidak sepanjang ranting yang panjang. Kalau jaraknya sepanjang ranting yang panjang atau lebih, maka pemain pertama mengukur dengan ranting yang panjang,berapa kali ukuran panjang ranting, itulah nilai yang di dapatkan.

 Selanjutnya adalah posisi patil lele,yaitu ranting yang kecil di letakkan di lubang agak naik sedikit biar bisa di pukul. Lalu pemain pertama memukul ranting pendek agar meloncat ke atas lalu di pukul ke arah pemain jaga. Kalau pemain jaga bisa menangkap maka nilainya dua puluh lima(25). Kalau tidak ada yang bisa menangkap maka berapa jauhnya ranting pendek tadi dengan lubang kecil itu nilainya yaitu di ukur berapa kali ranting yang panjang. Ada istilah “karing”, yaitu ranting yang kecil ketika di pukul tidk jatuh ke tanah tapi nyangkut di pohon atau genting. Biasanya pemain jaga kemudian berusaha agar ranting yang karing tadi jatuh kemudian berusaha menangkapnya,untuk mendapatkan nilai.

Siapa yang duluan dapat nilai seratus(100) maka dia tidak lagi bermain atau menang.

 

Lanjut ke Dolanan – Dolanan Di Dusun Kaweden Part 4

Dolanan – Dolanan Di Dusun Kaweden Part 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: