Dolanan – Dolanan Di Dusun Kaweden

 

 12. Gatheng

Dolanan - Dolanan Di Dusun Kaweden

Dolanan – Dolanan Di Dusun Kaweden – Permainan ini minimal dilakukan oleh dua orang. Yang harus disiapkan adalah beberapa buah batu. Jumlah batu ditentukan sesuai kesepakatan, misalnya 10, 20, 30, atau lebih. Tiap pemain memiliki sebuah batu tersendiri yang digunakan unutk melempar. Batu ini dinamakan gacuk. Unutk menentukan siapa yang bermain lebih dulu, dilakukan pingsut.

 Pemain yang memenangkan pingsut mengambil semua batu yang jumlahnya telah ditentukan tadi. Kemudian sembari melempar batu gacuk, pemain berusaha menyorong batu-batu tadi agar menyebar. Batu gacuk harus bisa ditangkap setelah menyorong batu-batu tadi. Pemain harus mengambil batu satu persatu sembari melempar dan menagkap batu gacuk seperti pada langkah pertama tadi. Apabila batu gacuk tidak berhasil ditangkap maka pemain dinyatakan gagal. Batu yang berhasil diambil merupakan nilai yang didapat. Pemain dengan nilai terbanyak dinyatakan menang.

13. Sekongan

 

Dolanan - Dolanan Di Dusun Kaweden

 

 Permainan ini dilakukan oleh beberapa anak. Langkah awalnya menata “kreweng” atau pecahan genteng di tumpuk kira-kira sepuluh tumpuk. Selanjutnya anak membuat garis penentu jarak untuk melemparkan batu “gacuk”. Pemain pertama melempar batu ke arah kreweng,jika tidak kena maka pemain selanjutnya yang melempar yang tadi telah di undi dengan hompimpah. Siapa yang merobohkan kreweng yang di tumpuk tadi maka anak yang jaga adalah anak sebelumnya yang tadi tidak mengenainya. Selanjutnya si anak yang jaga harus menumpuk kreweng sesuai jumlahnya dan menata batu teman-teman yang untuk melempar ke tempatnya, sedang teman-temannya berlarian untuk bersembunyi.

 Sambil menjaga agar tumpukan kreweng tidak disekong, si anak mencari anak-anak yang lain sambil mengawasi tumpukan kreweng tersebut. Jika ketemu dia harus mengucapkan “sekong sambil menyebut nama anak”, nama yang tersebut mati dan menunggu teman yang lain. Tetapi lain ceritanya ketika anak yang lain berhasil menyekong (merubuhkan) tumpukan kreweng tadi, permainan akan diulang dan si anak yang sudah mati tadi bisa ikut bersembunyi lagi untuk menyekong.

 

Dolanan – Dolanan Di Dusun Kaweden

 

 Selain beberapa permainan di atas tentu saja masih banyak permainan yang lainnya. Kepada teman-teman kalau ada masukan mengenai permainan beserta aturan mainnya bisa infokan ke kami melalui comment atau melalui email abu.ubaidah1@gmail.com.

 Seluruh permainan tersebut sebenarnya mempunyai nilai pelajaran yang adi luhung, karena permainan tersebut melatih pelaku untuk bersikap jujur dan sportif dalam bermain. 

 14. Sumbyuk

 

Dolanan - Dolanan Di Dusun Kaweden

 

Sumbyuk merupakan permainan kata-kata melalui huruf abjad yang di tentukan secara acak. Permaian ini dulu sering kami lakukan. Permainan ini bisa dimainkan minimal oleh dua orang. Tapi akan lebih meriah bila permainan ini dimainkan banyak orang. Tahap pertama, pemain membuat sebuah lingkaran saling berhadapan dan duduk di lantai atau tikar. Kemudian membuat kesepakatan kategori apa yang nanti harus disebutkan. Bisa nama binatang, artis/selebritis, ataupun nama orang di Dusun Kaweden.

 Setelah itu satu orang memberi aba-aba dan semua pemain bilang “Sumbyuk” sambil menaruh tangan ke lantai/tikar dengan posisi jari-jari terbuka, terserah setiap pemain mau jari berapa (1-10). Kemudian salah seorang mengeja huruf dari jari pemain yang mengeja sampai jari pemain di sebelah kanan pengeja. Jika jarinya banyak dan melebihi jumlah abjad A-Z maka diulang lagi dari A.

 Setelah sampai jari terakhir itu huruf apa, maka huruf menjadi huruf awal nama yang ada dalam kategori. Sebagai contoh hurufnya K, maka pemain menyebut kambing, kucing, kadal, dan lain-lain ( jika kategorinya nama binatang ). Para pemain dituntut untuk menyebut nama sebanyak-banyaknya dan dengan cepat agar aman dari hukuman. Bila ada dua orang, menyebut nama yang sama secara berbarengan, maka nama tadi dianggap gugur. Tetapi jika ada pemain yang menyebut nama yang sudah disebutkan orang lain, maka dia mendapatkan hukuman. Hukumannya punggung tangannya di tabok. Agak ekstrim sih. Sampai-sampai ada yang menjerit karena kesakitan he..he..he..tapi itu konsekwensinya agar para pemain lebih berhati-hati dalam menyebut nama yang ada dalam kategori.

Dolanan – Dolanan Di Dusun Kaweden

 

 Terakhir, jika kira-kira nama yang disebutkan sudah habis, tinggal para pemain menyebutkan jumlah nama yang tadi di sebutkan. Pemain yang tidak bisa menyebutkan nama atau menyebutkan nama paling sedikit, maka di hukum seperti pemain yang salah menyebutkan nama tadi yaitu ditabok. Kasihan juga yaaa… Permainan ini bisa dilakukan berulang-ulang hingga huruf abjad habis. Bila mendapat huruf yang tidak ada kategori yang menggunakan huruf awal itu, maka sumbyuk di ulang lagi.

 Permainan ini terakhir kami mainkan pada malam tahun baru beberapa tahun yang lalu. Tempatnya di bawah pohon rambutan, di halaman rumah Bapak Gimin ( bapaknya Utami ). Saat itu yang ikut bermain adalah Saya, Eko A, Aan, Suroto, Yonok, Yuli, dan Ambar. Sedang Ari dan Utami tidak ikut. Ramai sekali saat itu, yang sering kena hukuman adalah Ambar. Ambar kadang menyebut nama yang sudah di sebutkan orang lain. Ternyata kakaknya (Eko A) pun tidak perduli dia adiknya, ketika memberi hukuman tetap dengan keras. Sampai meringis, Ambar dibuatnya..hahaha..

Tapi semua juga mengalami mendapatkan hukuman. Tidak ada yang marah atau saling membenci setelah permainan “Sumbyuk” itu. Itulah manfaat teman dalam kebersamaan. Don’t forget it, My Friend….

TAMAT

Dolanan – Dolanan Di Dusun Kaweden Part 5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: