Lurahan a.k.a Game of  Biting – Sobat Kaweden My ID, Jaman dulu adalah jaman minim permainan modern. Atau bahkan belum ada yang namanya permainan modern. Permainan kami hanyalah permainan sederhana dan tentu tanpa biaya. Salah satunya adalah permainan “Lurahan“atau dalam bahasa Inggris Game of  Biting. Permainan hanya cukup menggunakan bahan dari sekitar kami. Hanya bermodalkan lidi dari daun kelapa, kami sudah bisa bermain permaianan yang seru dan mengasyikkan.

 Biasanya, permainan itu terdiri dari dua orang. Masing masing cukup bermodal “lidi” kurang lebih 7 cm dan berjumlah sekitar 30. Permainan dimulai dengan membuat gambar persegi 25cm x 25cm. Kemudian, lidi itu “disebar” di dalam kotak. Tapi inget, lidi yang tidak di dalam kotak tidak termasuk ke dalam permainan.

Lurahan a.k.a Game of  Biting

Nah…setelah lidi itu ada di dalam persegi, tugas salah satu anggota adalah mengambilnya tanpa menyentuh lidi yang lain. Tidak boleh ada bantuan, kecuali menggunakan lidi.

Cara Bermain

Permainan dimulai dengan menyebarkan kumpulan lidi ke tanah/lantai. Usahakan lidi menyebar dengan teratur, sehingga lidi mudah diambil. Lidi yang melewati garis pembatas/sebagian besar bagian lidi melewati garis pembatas, maka lidi itu juga dinyatakan keluar.

Pemain mengambil lidi satu persatu, lidi yang lain tidak boleh ada yang bergerak. “Nggreh !” Itu teriakan kami saat melihat tumpukan lidi itu bergerak.

Nggreh” atau “onggreh” adalah kata dalam bahasa Jawa yang artinya goyang atau gerak. Ini terjadi pada permainan masa kecil saya.

Waktu kecil, generasi kami termasuk anak yang doyan sekali bermain. Tumbuh di lingkungan dengan banyak teman sebaya, koleksi permainan kami lumayan banyak juga. Dari mulai yoyo, gatheng, kasti, dul-dulan ( petak umpet ), jamuran, gobak sodor, lurah-lurahan dan masih banyak lagi. Kalau ditanya mana yang paling favorit, sepertinya semua permainan itu saya suka.

Tapi ada satu permainan yang saat ini saya tidak pernah melihatnya lagi, bahkan sulit untuk dicari padanannya. Permainan sederhana ini bernama lurahan. Dinamakan lurahan karena memang ada satu “lurah” dalam permainan ini yang mempunyai kekuasaan lebih dibanding yang lain.

Lurahan a.k.a Game of  Biting

Permainan ini hanya membutuhkan beberapa batang lidi dan kapur untuk menggambar bidang permainan. Jumlah lidi dan luas bidang permainan bebas sesuai kesepakatan bersama. Dulu kami menggambar bidang permainan di lantai. Sedangkan lidinya bisa mengambil dari sapu lidi yang ada di rumah kami. Permainan ini bisa dimainkan oleh dua orang atau lebih.

a : lidi lurah, b : lidi keluar garis permainan, c : lidi bengkok

Beberapa aturan dalam permainan lurahan antara lain :

Saat mengambil batang lidi tidak boleh membuat lidi lainnya “onggreh” ( = bergerak ). Bila terjadi gerakan maka permainan berakhir. Giliran diberikan untuk pemain berikutnya

Lidi hanya boleh diambil dengan tangan kosong atau dengan bantuan lidi lurah.

Masing-masing lidi mempunyai nilai yang berbeda sesuai kesepakatan, misal lurah : 50, lidi bengkok : 30 dan lidi biasa : 10.

Wasit/pengawas permainan adalah semua pemain yang ada.

Mari mulai bermain …

Pemain pertama memulai permainan dengan menggenggam semua lidi dan menjatuhkannya di atas bidang permainan. Lidi akan jatuh berserakan. Lidi yang keluar garis tidak diikutkan dalam permainan ( tidak dinilai ).

Lidi diambil satu per satu dengan hati-hati agar tidak membuat lidi lainnya bergerak. Akan sangat beruntung bila sejak awal kita mendapatkan lidi lurah, karena dengan lurah kita bisa mencungkil ( nyuthik=bahasa Jawa ) lidi lainnya.

Lidi lurah boleh mencungkil lidi lainnya ..

Lurahan a.k.a Game of  Biting

Saat tinggal tersisa lidi-lidi yang bertumpuk atau bersilangan, itulah tantangan bagi pemain untuk bisa mengambil lidi tanpa menggerakkan yang lain.

Apabila saat mengambil lidi kita menyenggol dan membuat lidi lainnya bergerak maka permainan berakhir. Permainan dimulai dari awal lagi untuk pemain berikutnya. Poin dihitung dengan menjumlahkan nilai lidi yang berhasil dikumpulkan.

Lidi-lidi yang menumpuk/bersilangan juga bisa kita ambil dengan memijit ujung lidi dengan jari kita.

Permainan sederhana ini melatih kesabaran, ketelitian dan keterampilan. Selain itu ada kebersamaan dan sportifitas dengan aturan permainan yang disepakati bersama. Sekilas tampak membosankan tetapi menjadi menyenangkan karena dilakukan dengan 2 orang teman atau lebih.

Ada banyak nilai yang bisa diambil dari permainan tradisional. Sayang. kini posisinya tergantikan oleh gadget dan media sosial. Karena berbagai alasan, banyak orang tua lebih memilih memberikan gadget dari pada mengajarkan permainan tradisional. Ini salah satu sebab mengapa permainan tradisional semakin tak dikenal.

Gimana Sobat? Lebih seru mana Lurahan apa Free Fire atau Mobile Legend??

Lurahan a.k.a Game of Biting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: