Makalah Tentang Ekonomi Moneter (Lengkap)

  • Bagikan

Https://glsakurapudji.blogspot.com
copyright 2019
DILARANG COPY PASTE

Catatan: Konten disini diambil dari banyak sumber dan merupakan tugas pribadi penulis,dan untuk kenyamanan pengunjung harap gunakan gogle Chrome atau gunakan browser yang mendukung untk masuk ke dalam mode desktop 

A.Pengertian Kebijakan Ekonomi Moneter
    Adalah sebuah kebijakan maupun peraturan yang di keluarkan oleh bank sentral yang di keluarkan oleh Bank Sentral yang di gunakan untuk mengelola sejumlah persediaan uang dalam suatu Negara untuk mampu menciptakan suatu tujuan tertentu.

    Sebagai contoh adalah kebijakan ini di gunakan untuk menjaga stabilitas mata uang,kemudian di harapkan mampu meningkatkan kesempatan kerja atau memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia.
    Di Indonesia sendiri kebijakan ini akan di atur dan juga di lakukan oleh Bank Indonesia sebagai Bank Sentral sebagai salah satu otoritas moneter yang mampu mengarahkan sejumlah sistem perekonomian nasional.
    Di dalam masa pelaksanaannya, kebijakan moneter ini memiliki beberapa selisih waktu yang lebih singkat jika dibandingkan dengan adanya kebijakan fiskal karena bank Indonesia memang tidak membutuhkan izin dari DPR.
                                                                                                                 
Pengertian Kebijakan Moneter Menurut Para Ahli
                              
Beberapa pendapat tentang kebijakan ini dari para ahli diantaranya sebagai berikut ini:
1. Boediono
    Menyatakan bahwa adanya tindakan pemerintah yang digunakan untuk mempengaruhi situasi makro yang sedang dilaksanakan.
    Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menyeimbangkan antara persediaan yang dengan persediaan barang agar inflasi bisa jauh lebih terkendali dan juga tercapai kesempatan kerja yang penuh.
2. Perry Warjiyo
    Menyatakan bahwa kebijakan ini adalah kebijakan otoritas moneter maupun bank sentral dalam bentuk pengendalian khususnya moneter sehingga mampu mengendalikan perkembangan kegiatan perekonomian.
Pertimbangan yang akan dilakukan adalah mempertimbangkan siklus kegiatan ekonomi, kemudian sifat perekonomian negara dan juga sejumlah faktor fundamental yang lainnya.
3. Muana Nanga
    Menyatakan bahwa kebijakan ini dilakukan oleh otoritas moneter dengan mengendalikan sejumlah uang yang beredar dan tingkat bunga yang digunakan untuk mempengaruhi tingkat permintaan maupun agregat dan mengurangi ketidakstabilan yang terjadi dalam sejumlah perekonomian di Indonesia.
4. Natsir
    Menyatakan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan oleh bank sentral digunakan untuk mempengaruhi perkembangan variabel moneter seperti uang yang beredar, kemudian suku bunga, bahkan nilai tukar yang digunakan untuk mencapai sebuah tujuan tertentu.
B.Instrumen Kebijakan Moneter
     Di dalam melaksanakan kebijakan moneter, bank sentral akan memanfaatkan sejumlah instrumen keuangan. Nah, untuk sejumlah instrumen keuangan yang digunakan diantaranya sebagai berikut ini:
1. Instrumen Langsung
Di dalam sejumlah instrumen langsung, kamu bisa menemukan beberapa faktor pokok yang mendorong seperti:
      a)      Penetapan suku bunga
 Merupakan penetapan tingkat suku bunga simpanan maupun suku bunga pinjaman yang dimiliki oleh Bank Sentral atau bank Indonesia.
      b)      Penetapan Pagu Kredit
 Merupakan batasan jumlah maksimal kredit yang akan diberikan oleh pihak perbankan.     
      c)      Rasi likuiditas
Merupakan sebuah kewajiban bank umum yang digunakan untuk menjaga sejumlah mata uang tertentu dalam bentuk persenan dan digunakan untuk menghimpun dana yang digunakan untuk membiayai anggaran pemerintahan

d)Kredit langsung

Merupakan sebuah kewajiban bank umum yang mampu memberikan sejumlah kredit dalam sektor-sektor tertentu.
      e)      Jumlah kredit maksimum yang disalurkan melalui perbankan.
      f)       Menentukan suku bunga pinjaman atau simpanan yang dilakukan oleh Bank Indonesia.
      g)      Menentukan rasio likuiditas
Yaitu menetapkan bank umum untuk menyelamatkan mata uang dan menggalang dana untuk membiayai anggaran pemerintah.
       h)      Mengutus bank umum untuk memberikan kredit pada sektor tertentu untuk masyarakat.
                      
2. Instrumen Tidak Langsung
Sedangkan di dalam instrumen yang tidak langsung, kamu juga bisa menemukan beberapa faktor pokok yang mendorong seperti:
      a)      Operasi pasar terbuka
adalah aktivitas jual beli surat berharga yang dilakukan oleh sejumlah bank sentral dan juga valas yang juga dilakukan di pasar valas. OPT ini dilakukan untuk mempengaruhi sejumlah tingkat dari suku bunga, likuiditas rupiah serta nilai tukar.
      b)      Discount Requirement
adalah salah satu kewajiban dari bank umum untuk menyimpan sejumlah cadangan wajib tertentu dari dana pihak ketiga yang ada di dalam bank sentral sehingga mampu mempengaruhi sejumlah kemampuan dari bank umum dalam penyaluran kredit.
      c)      Kebijakan Diskonto atau fasilitas diskon
Dilakukan untuk meningkatkan jumlah uang yang dikeluarkan. Caranya dengan menetapkan diskonto pada pinjaman bank sentral pada bank umum. Semakin tinggi jumlah diskonto yang ditentukan, maka semakin rendah pula jumlah uang yang dikeluarkan di masyarakat.
      d)      Kebijakan Cadangan Kas atau Persyaratan Cadangan
Dilakukan melalui kebijakan bank umum untuk menambah atau meningkatkan cadangan kas. Cadangan kas ini bisa terdiri dari giro, deposito, tabungan, sertifikat deposito, dan berbagai jenis tabungan lainnya.
      e)      Dorongan Moral
Adalah kebijakan yang dilakukan bank sentral untuk meningkatkan jumlah uang yang dikeluarkan. Bank sentral mengeluarkan pidato, mengumumkan, dan himbauan yang diajukan pada bank umum dan melepaskan ekonomi lainnya. Isi dari pengumuman tersebut adalah larangan untuk mempertahankan pinjaman atau melepaskan tabungan.
      f)        Kredit Ketat
Merupakan kebijakan untuk mengalihkan uang yang dikeluarkan di masyarakat. Melalui kebijakan ini, bank umum dapat mengeluarkan dana pada masyarakat, namun harus berdasarkan persyaratan yang ketat dari bank sentral. Masalah ini diambil saat terjadi.
C.Jenis-Jenis Kebijakan Moneter
a).Kebijakan Moneter Ekspansif (Monetary Expansive Policy)
    Kebijakan moneter ekspansif adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat).
    Kebijakan ini diterapkan pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi.
    Kebijakan moneter ekspansif ini disebut juga sebagai kebijakan moneter longgar (easy monetary policy).Penerapan kebijakan ini seperti :
·        Politik diskonto (penurunan tingkat suku bunga)
·         Politik pasar terbuka (pembelian surat-surat berharga, misalnya saham dan obligasi).
·        Politik cash ratio (penurunan cadangan kas)
·        Politik kredit selektif (pemberian kredit longgar)
b).Kebijakan Moneter Kontraktif (Monetary Kontractive Policy)
    Kebijakan moneter kontraktif adalah kebijakan yang dilakukan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Kebijakan moneter kontraktif disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).  Kebijakan ini dapat diterapkan berupa :
·        Politik diskonto (peningkatan suku bunga)
·        Politik pasar terbuka (penjualan surat berharga)
·        Politik cash ratio (peningkatan cadangan kas)
·        Politik kredit selektif (pengetatan pemberian kredit)
D.Indikator yang Mempengaruhi Kebijakan Moneter
Di dalam menentukan sebuah keberhasilan yang ada dalam kebijakan moneter, maka biasanya akan menggunakan sejumlah indikator. Dalam hal ini, ada 3 indikator yang mempengaruhinya diantaranya adalah:
1.      Uang Beredar
Memiliki tujuan untuk menetapkan pertumbuhan dari jumlah uang beredar yang ada di masyarakat yang digunakan sebagai salah satu sasaran penengah.Sehingga bank sentral juga mampu berfokus pada pengendalian inflasi yang akan terjadi.
2.      Penargetan Nilai Tukar.
Memiliki tujuan untuk menetapkan serta menyesuaikan sejumlah nilai mata uang khususnya nilai mata uang domestik terhadap sejumlah mata uang dari berbagai negara.Untuk beberapa negara-negaranya adalah negara yang besar dan memiliki laju inflasi yang cukup rendah.
3.      Target Inflasi.
Memiliki tujuan untuk menetapkan sejumlah target inflasi yang akan dilakukan dalam jangka menengah serta komitmen yang digunakan untuk mencapai batas stabilitas harga sebagai tujuan utama yaitu pada jangka panjang.Kelebihannya adalah sistem yang sederhana bahkan mampu menetapkan target pencapaian yang cukup jelas.
                  
E.Tujuan Kebijakan moneter
Tujuan akhir sebuah kebijakan moneter adalah suatu kondisi ekonomi makro yang ingin dicapai. Tujuan tersebut tidak sama dari satu negara dengan negara lainnya serta tidak sama dari waktu ke waktu.
Adapun tujuan dari kebijakan moneter antara lain adalah :
a)      Menjaga kestabilan ekonomi, artinya pertumbuhan arus barang dan jasa seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.
b)      Menjaga kestabilan harga, artinya harga suatu barang merupakan hasil interaksi antara jumlah uang yang beredar dengan jumlah uang yang tersedia di pasar
c)      Mengedarkan mata uang sebagai alat pertukaran (medium of exchange) dalam perekonomian.
d)      Mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan
e)      Mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan likuiditas perekonomian dan stabilitas tingkat harga.
f)        Distribusi likuiditas yang optimal dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan pada berbagai sektor ekonomi.
g)      Membantu pemerintah melaksanakan kewajibannya yang tidak dapat terealisasi melalui sumber penerimaan yang normal.
h)      Meningkatkan kesempatan kerja. Pada saat perekonomian stabil, pengusaha akan mengadakan investasi untuk menambah jumlah barang dan jasa sehingga adanya investasi akan membuka lapangan kerja baru sehingga memperluas kesempatan kerja masyarakat.
i)        Memperbaiki neraca perdagangan kerja masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor dari luar negeri yang masuk ke dalam negeri atau sebaliknya.
1.Fungsi kebijakan Moneter
Sebuah kebijakan moneter yang dilakukan oleh bank sentral memang memiliki cukup banyak fungsi bagi beberapa pihak terutama perekonomian yang ada di dalam suatu negara termasuk di Indonesia saat ini. Sejumlah fungsi dari kebijakan tersebut diantaranya sebagai berikut ini:
·        Memiliki fungsi untuk menjaga adanya iklim investasi yang terjadi di dalam negara.
·        Memiliki fungsi untuk meningkatkan stabilitas dari pertumbuhan ekonomi yang ada di dalam suatu negara.
·        Memiliki fungsi untuk mengatasi tingginya tingkat pengangguran dan membuka sejumlah lapangan pekerjaan yang luas.
·        Dapat membantu untuk meningkatkan sejumlah neraca pembayaran.
·        Digunakan untuk menjaga stabilitas dari nilai tukar mata uang yang ada.
·        Mampu menjaga sejumlah kestabilan dari harga barang yang ada di pasaran.
·        Mampu digunakan untuk mengendalikan sejumlah laju inflasi yang ada di sejumlah negara termasuk juga di Indonesia.
Dampak Kebijakan Moneter
    Setelah memahami sejumlah pengertian, fungsi, tujuan, bahkan instrumen dari kebijakan moneter yang ada di Indonesia.
Lalu apa sajakah dampak yang ditimbulkan dari kebijakan ini?
    Kebijakan yang digunakan untuk meningkatkan serta digunakan untuk menjaga kestabilan ekonomi yaitu menggunakan kebijakan ini.
    Ada beberapa peneliti yang menyebutkan bahwa fungsi uang yang digunakan sebagai alat tukar, juga berfungsi untuk penyimpanan nilai.
    Dari fungsi inilah, yang membuat uang digunakan untuk mendapatkan sejumlah keuntungan. Sebuah perubahan dalam jumlah uang yang akan beredar ini akan berpengaruh terhadap nilai suku bunga jangka pendek dan juga jangka menengah yang ada di dalam pasar uang.
    Selain itu juga akan mempengaruhi peningkatan dari sejumlah pendapatan nasional.
     Untuk dampak positif dari kebijakan ini adalah mampu untuk mengatur dalam pembuatan dan juga pengedaran Rupiah di seluruh Indonesia.
     Sedangkan untuk dampak negative yang bisa didapatkan adalah apabila nantinya uang yang diedarkan ini jumlahnya sedikit, maka akan terjadi krisis ekonomi.
 Contoh Kebijakan Moneter
Hal terakhir yang harus kamu pahami dalam pembelajaran kebijakan moneter yang terjadi di Indonesia adalah mengetahui contohnya. Beberapa contoh dari kebijakan yang pernah dilakukan di Indonesia diantaranya sebagai berikut ini:
*      Bank Indonesia melakukan lelang berupa sertifikat yang mereka miliki atau cara lain yang bisa dilakukan adalah membeli sejumlah surat-surat berharga yang ada di pasar modal.
*      Bank Indonesia juga dapat menurunkan sejumlah tingkat suku bunga yang ada khususnya ketika kondisi dalam ekonomi sudah sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan. Namun sebaliknya, apabila Bank Indonesia nantinya menaikkan nilai tingkat suku bunga mereka, maka hal ini digunakan semata-mata untuk membatasi sejumlah kegiatan ekonomi agar peredaran uang mulai berkurang.
*      Ketika nantinya ekonomi mulai mengalami resesi, maka peredaran uang akan ditambah sehingga aktivitas ekonomi nantinya akan semakin meningkat. Untuk beberapa contohnya adalah pembelian dari sejumlah surat-surat berharga.
*      Ketika nanti terjadi inflasi, maka Bank Indonesia mampu mengurangi sejumlah peredaran uang yang ada di masyarakat. Cara yang bisa dilakukan adalah menjual sejumlah surat-surat berharga sehingga mampu mengurangi sejumlah aktivitas kegiatan ekonomi yang cukup berlebihan.
F.Pengertian Otoritas Moneter
    Otoritas moneter adalah suatu entitas yang memiliki wewenang untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar pada suatu negara dan memiliki hak untuk menetapkan suku bunga dan parameter lainnya yang menentukan biaya dan persediaan uang. Umumnya otoritas moneter adalah bank sentral, meskipun kadang kala lembaga eksekutifpemerintah mempunyai hak tertinggi untuk menetapkan kebijakan moneter dengan cara mengendalikan bank sentral. Ada berbagai jenis otoritas moneter lainnya, seperti dibentuknya satu bank sentral untuk beberapa negara, terdapatnya suatu dewan yang mengontrol jumlah uang yang beredar terhadap mata uang lain, dan juga diperbolehkannya beberapa entitas untuk mencetak uang kertas ataupun uang logam.
1.Fungsi Otoritas Moneter
Fungsi pokok otoritas moneter diantara lain adalah sbb:
v  Menciptakan uang kertas dan logam
v  Menciptakan uang primer
v  Memelihara cadangan devisa nasional
v  Mengawasi sistem moneter
v  Neraca Otoritas Moneter
    Neraca Otoritas Moneter adalah hasil konsolidasi neraca Bank Indonesia dan Kas Negara. Dari neraca tersebut diperoleh jumlah uang primer yang terdiri atas uang kartal, alat likuid bank umum yang terdiri atas kas bank umum dan giro bank umum pada Bank Indonesia, serta giro swasta bukan bank (penduduk) pada Bank Indonesia. Uang kertas dan uang logam yang ada pada KPKN tidak termasuk dalam uang kartal tetapi ditambahkan pada rekening pemerintah agar pengaruh sektor pemerintah pusat terhadap uang primer dapat terlihat secara keseluruhan.
G.Faktor Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar
Di dalam kehidupan masyarakat, jumlah uang yang beredar ditentukan oleh kebijakan dari bank sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang melalui kebijakan moneter.
Dari beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah uang yang beredar di masyarakat antara lain :
·        Besar kecilnya pembelanjaan negara yang berkaitan dengan pendapatan nasional.
·         Cepat lambatnya laju peredaran uang.
·        Motif memiliki uang tunai, J.M Keynes dalam teori liquidity preference: motif transaksi (transaction motive), motif berjaga-jaga (precautionary motive), motif spekulasi (speculative motive).
Bila ada hal yang mempengaruhi permintaan uang, berarti ada hal yang mempengaruhi penawaran uang juga, yaitu :
a)      Tinggi rendahnya tingkat bunga
b)      Tingkat pendapatan masyarakat
c)      Jumlah penduduk
d)      Keadaan letak geografis
e)      Struktur ekonomi masyarakat
f)        Penguasaan iptek
g)      Globalisasi ekonomi
Kebijakan pemerintah terhadap jumlah uang yang beredar di masyarakat dilakukan dengan cara :
1.      Pengendalian tingkat bunga melalui politik diskonto.
2.      Menarik atau menambah jumlah uang yang beredar melalui politik pasar terbuka dengan cara membeli atau menjual surat-surat berharga.
SBI = Sertifikat Bank Indonesia.
3.      Pemotongan nilai mata uang melalui kebijakan sanering yang dilakukan bank sentral.
4.      Melakukan revaluasi/devaluasi.
Dari sisi politik kebijakan moneter dapat dibedakan atas:
a)      Politik Uang Ketat (Tight Money Policy)
b)      Peningkatan suku bunga (discount policy)
c)      Penjualan SBI (open market policy)
d)      Peningkatan cadangan kas (cash ratio)
e)      Pengetatan pemberian kredit
2.Politik Uang Longgar ( Easy Money Policy)
a)      Penurunan tingkat suku bunga
b)      Pembelian SBI
c)      Penurunan cadangan kas
d)      Pemberian kredit longgar
H.Pasar Uang Antar Bank
    Sesuai dengan namanya, pasar uang adalah keseluruhan permintaan dan penawaran dana-dana atau surat-surat berharga yang mempunyai jangka waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun dan dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga perbankan. Pasar uang sering juga disebut pasar kredit jangka pendek. Atau bisa di sebut juga suatu pasar yang menjadi wadah bertemunya para pemilik dana (Funder) dengan pihak yang membutuhkan dana (Consumer), dimana pertemuan tersebut dapat dilakukan secara langsung ataupun melalui perantara (Broker)atas transaksi permintaan (Demand) atau penawaran (Supply) terhadap sejumlah dana atau surat-surat berharga jangka pendek.
1.Fungsi Pasar Uang
    Kebutuhan akan adanya pasar uang dilatar belakangi adanya kebutuhan pengusaha untuk mendapatkan sejumlah dana dalam jangka pendek atau sifatnya harus segera dipenuhi. Dengan demikian pasar uang memiliki fungsi sebagai berikut:
·        Mempermudah masyarakat memperoleh dana-dana jangka pendek untuk membiayai modal kerja atau keperluan jangka pendek lainnya.
·        Memberikan kesempatan masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan dengan membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU); dan
·        Menunjang program pemerataan pendapatan bagi masyarakat.
·        Sebagai mediator dan fasilitator perdagangan surat-surat berharga jangka pendek.
·        Sebagai sumber dana untuk modal kerja bagi perusahaan yang membutuhkan tambahan modal untuk ekspansi.
·        Sebagai mediator dan fasilitator kegiatan investasi dari investor luar negeri kepada pengusaha lokal dalam bentuk kredit jangka pendek.
·        Sebagai fasilitator bagi masyarakat yang ingin membeli Surat Berharga Pasar Uang dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
2. Macam-macam Transaksi yang Terdapat Di Pasar Uang
·        Pasar Uang antar Bank
·        Sertifikat Bank Indonesia (SBI
·        Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
·        Sertifikat Deposito
·        Pasar Valuta Asing
3.Instrument Pasar Uang
Di pasar uang terdapat beberapa instrumen surat berharga yang diperjual-belikan. Adapun instrumen pasar uang adalah sebagai berikut:
a).Sertifikat Bank Indonesia (SBI),
    Yaitu surat berharga yang bentuknya hutang jangka pendek yang diterbitkan oleh pemerintah.
b).Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
    Yaitu surat berharga yang diperdagangkan secara diskonto dengan Bank Indonesia atau lembaga keuangan lainnya yang ditentukan oleh Bank Indonesia.
c).Sertifikat Deposito,
    Yaitu instrumen keuangan yang dikeluarkan oleh Bank terhadap simpanan nasabahnya dengan tingkat suku bunga dan periode jatuh tempo yang ditentukan.
d).Treasury Bills,
    Yaitu suatu surat hutang yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara dengan jangka waktu kurang dari satu tahun.
e).Promissory Notes,
    Yaitu suatu surat pernyataan kesanggupan untuk membayar transaksi hutang piutang jangka pendek yang dilakukan kreditur dan debitur.
f).Commercial Paper, Yaitu instrumen hutang yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan kepada investor tanpa adanya jaminan (collateral), yang dipakai untuk pembiayaan kewajiban jangka pendek.
g).Call Money,
    Yaitu instrumen keuangan yang dipakai untuk kegiatan transaksi pinjam-meminjam sejumlah dana yang dilakukan antar Bank dengan jangka waktu pendek (maksimal 1 tahun).
h).Banker’s Acceptance,
    Yaitu suatu surat berharga yang dipakai untuk kegiatan eksport-import barang, dapat juga digunakan dalam transaksi valuta asing (valas).
4.Peserta Pasar Uang
Lembaga-lembaga yang ikut dalam pasar uang adalah:
·        Bank-bank
·        Perusahaan-perusahan Umum
·        Perusahaan Asuransi
·        Yayasan
·        Lembaga Keuangan lainnya: Koperasi dan Rumah Gadai.
5.Ciri-ciri Pasar Uang
Sesuai dengan pengertian pasar uang, pasar ini memiliki karakteristik tertentu yang membedakannya dengan bentuk pasar lain, misalnya pasar modal. Adapun ciri-ciri pasar uang adalah sebagai berikut:
·        Menekankan pada pemenuhan dana jangka pendek.
·        Mekanisme pasar uang ditekankan untuk mempertemukan pihak yang mempunyai kelebihan dana dan yang membutuhkan dana.
·        Tidak terikat pada tempat tertentu seperti halnya pasar modal.
6.Jenis-jenis Pasar Keuangan
Pasar keuangan dapat dibagi kedalam beberapa sub jenis seperti :
a)      Pasar modal yang terdiri dari pasar primer dan pasar sekunder yang terbagi lagi menjadi :
i)        Pasar saham, yang merupakan sarana pembiayaan melalui penerbitan saham, dan merupakan sarana perdagangan saham.
ii)       Pasar obligasi, yang merupakan sarana pembiayaan melalui penerbitan obligasi dan merupakan sarana perdagangan obligasi.
b)      Pasar komoditi, yang memfasilitasi perdagangan komoditi.
c)      Pasar keuangan, yang merupakan sarana pembiayaan utang jangka pendek dan investasi.
d)      Pasar derivatif, yang merupakan sarana yang menyediakan instrumen untuk mengelola risiko keuangan.
i)        Pasar berjangka, yang merupakan sarana yang menyediakan stadarisasi kontrak berjangka bagi perdagangan suatu produk pada suatu tanggal dimasa mendatang.
e)      Pasar asuransi, yang memfasilitasi redistribusi dari berbagai risiko.
f)        Pasar Valuta Asing, yang memfasilitasi perdagangan valuta asing.
7.Manfaat Pasar Uang
Manfaat dari pasar uang adalah:
·        Bisa dipakai untuk membiayai sektor riil
·        Bisa meningkatkan atau memperbanyak cara untuk mendapatkan pembelanjaan jangka pendek dengan cara menerbitkan notes, commercial paper dan instrumen jangka pendek yang sejenis.
·        Pemerintah akan memperoleh informasi dan kesempatan yang lebih baik untuk memantau keperluan kredit dalam perekonomian nasional.
·        Lembaga yang melakukan pengembangan pasar uang dan pasar modal menjadi berkembang.
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Dari penjabaran makalah diatas dapat kita tarik beberapa kesimpulan diantaranya :
1)      Kebijakan moneter adalah kebijakan pemerintah menyangkut perilaku bank sentral dalam penawaran uang dan pengaturan uang yang beredar pada suatu negara.
2)      Otoritas moneter adalah suatu entitas yang memiliki wewenang untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar pada suatu negara dan memiliki hak untuk menetapkan suku bunga dan parameter lainnya yang menentukan biaya dan persediaan uang.
3)      Neraca Otoritas Moneter adalah hasil konsolidasi neraca Bank Indonesia dan Kas Negara.
B.Saran
Semoga dengan adanya makalah mengenai Ekonomi Moneter II ini, dapat menambah wawasan kita semua tentang permasalahan perekonomian Negara baik itu Indonesia ataupun Negara luar.
Makalah ini jauh dari kesempurnaan, maka dari itu saya mohon saran yang dapat meningkatkan dan membangun dalam penyempurnaan makalah ini. Atas saran dan masukannya saya ucapkan terima kasih.
C.Daftar Pustaka
*      https://www.pelajaran.co.id/2018/22/pengertian-ekonomi-moneter-tujuan-ruang-lingkup-dan-konsep-dasar-ekonomi-moneter.html
*      Sadono Sukirno, Pengantar Teori Makroekonomi Edisi Kedua, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta, 1994, hal; 193
Firdaus Rachmat, Ariyanti Maya, Pengantar Teori Moneter serta Aplikasinya
Pada Sistem Ekonomi Konvensional dan Syariah, Bandung,
Penerbit Alfabeta, 2011.
*      Firdaus, Rachmat dan Ariyanti,Maya ;Pengantar Teori Moneter (serta aplikasinya pada sistem ekonomi konvensional dan syari’ah  );2011,Alfabeta,Bandung
*      Kasmir ;Bank Dan Kelembagaan Keuangan Lainya(2011),2011,PT Raja Grafindo Persada,Jakarta
  • Bagikan