Mencoba Baby Blue

  • Bagikan

Aku Kevin, aku seorang pelajar SMA. Aku memiliki 2 sahabat sejak lama, yaitu Nyoman dan Ardi. Kita memang suka hal-hal mistis, tapi sayangnya dari kita bertiga tidak ada yang bisa melihat hantu ataupun berinteraksi dengan hantu. Berbagai acara hantu sering kita saksikan, bahkan kita rela untuk bergadang sampai pagi hari, bukan menonton sepak bola tapi untuk menonton sebuah acara uji nyali.

Tak hanya acara-acara lokal, kita pun suka menonton acara luar negeri yang berkaitan dengan makhluk astral. Karena sangat penasaran, kita sampai bermain Jelangkung tetapi tidak ada yang datang. Entah kita salah bermainnya atau apa, yang pasti kita kecewa karena gagal bermain jelangkung. Lalu saat sedang bermain internet, kita menemukan permainan Baby Blue namun karena persyaratannya adalah sendirian di rumah maka kita memutuskan untuk memasang beberapa kamera di berbagai sudut kamar kostan Nyoman. kita tinggal 1 kostan tetapi berbeda kamar dengan kamar kita yang berjejer saling bersebelahan. Setelah kamera sudah terpasang dan sudah terhubung dengan kabel yang dihubungkan ke laptop kita, maka Nyoman sosok yang paling berani diantara kita mencoba bermain Baby Blue di kamar kostannya.

Permainan yang menjadi urban legend di luar negeri ini sempat membuat kita tidak percaya akan kebenaran permainan ini, tetapi malam ini kita akan berusaha memainkannya dengan rasa penuh penasaran. Sambil menunggu tengah malam, kita mencoba sedikit merombak kamar mandi di kamar kost Nyoman dengan membongkar pintu dan melepas kuncinya sehingga tidak bisa terkunci namun tetap bisa tertutup dengan benar, lalu sebuah cermin besar yang ada di kamar mandi Ardi dipindahkan ke kamar mandi Nyoman, dan kita memeriksa air untuk memastikan bahwa masih banyak air di torrent untuk melakukan flush di toilet. Setelah semuanya siap, kita duduk-duduk dulu untuk briefing dan memanggil seorang penjaga kostan yang memang beliau adalah imam di masjid dekat kostan kita.

Sambil meminum minuman hangat dan cemilan manis kita mengobrol sambil Ardi terus mengecek kelengkapan laptop-laptop yang digunakan untuk mengawasi Nyoman tadi. “Eh kamera di depan pintu kamar mandi ngeblur nih, benerin dulu dong!” kata Ardi ke aku. “wah, beneran? Kan autofocus di” jawabku, “mungkin kotor lensanya, benerin dulu atuh vin kasian kalau si nyoman mahh” dan aku mengangguk kemudian keluar kamar untuk ke kamar kost Nyoman, baru juga mau buka pintu si Ardi udah manggil katanya udah bener lagi itu kamera. Mendengar kata ardi, aku kembali ke kamar untuk berkumpul. (tok! Tok!, bunyi ketukkan pintu) ternyata pak amin yaitu penjaga kost kita sudah datang dan membawa berbagai makanan ringan. “Waaahh enak euy ini mah pak!” gurau Nyoman, “biar gak tegang, santai dulu dong” kata pak amin. Jam sudah menunjukkan pukul 23:50, pak Amin kembali mengingatkan tentang bahaya bermain dengan makhluk astral dan kembali menanyakan apakah kita yakin ingin bermain atau tidak. “Yakin dong pak! Saya udah siap, penasaran banget” kata Nyoman dengan penuh kepercayaan diri, pak amin hanya mengangguk saja dan memberikan senyum.

Jam sudah menunjukkan pukul 00:00, kita semua bersiap-siap untuk memainkan Baby Blue ini. Pak Amin telah bersiap dengan Al-Qurannya, Nyoman sudah siap dengan mentalnya, Ardi sudah siap siaga didepan monitor, dan aku sudah siap dengan semua kemungkinan yang akan terjadi hehehe. “Semangat man!” ucapku saat menemani Nyoman di depan pintu kamar kostannya, Nyoman hanya mengangguk dan tersenyum lalu masuk dan menutup pintu tetapi tidak dikunci. Aku langsung masuk ke kamar dan melihat melalui monitor. Terlihat Nyoman berjalan dan mematikan lampu kamar kostnya kemudain masuk ke kamar mandi, mematikan lampu kamar mandi sehingga hanya nyala semacam lampu tidur yang redup yang menemani Nyoman disana. Ardi sebelumnya sudah memasang kamera dengan kemampuan infra red sehingga dapat menangkap gambar di ruangan yang gelap. Sekedar info, Ardi adalah seorang anak yang sangat suka fotografi dan seorang sinematografi jadi wajar dia memiliki banyak peralatan dan kamera dengan kemampuan dan spesifikasi yang tinggi apalagi keluarganya adalah orang sangat mampu, kembali ke cerita. Nyoman terlihat mulai menghadap kearah cermin sembari menjulurkan tangannya seperti seorang yang sedang menggendong seorang bayi dan berkata “baby blue” sebanyak 13 kali. Terlihat ekspresi Nyoman mulai terlihat cemas, Ardi memberitahu aku dan pak Amin bahwa mulai ada suara dari mic yang dipasang di kamar mandi. Suara itu tidak jelas, hanya sebuah bunyi seperti radio yang tidak dapat sinyal siaran yang kemudian disusul dengan kamera di depan kamar mandi tiba-tiba mati.

Setelah kamera di depan kamar mandi mati secara tiba-tiba, terlihat bahwa Nyoman seperti sedang memegang sesuatu dan dia berkata “gak tau lu denger atau enggak, yang pasti tangan gw mulai berat. Berat banget. Punggung gw juga mulai panas, dan kaki gw kaku!”. Mendengar itu kita yang menyaksikan dan mendengarkan pernyataan Nyoman itu semakin serius menyaksikan. Tiba-tiba nyoman berbalik arah dan seperti membuang sesuatu ke toilet dan melakukan flush dengan cepat, “apa itu bayinya?” tanya Ardi ke aku, “entah di, kita gak liat apa-apa disana selain si Nyoman sendiri”. Kemudian saat hendak ke luar kamar mandi terlihat Nyoman tidak bisa membuka pintu seperti terkunci padahal sudah tidak bisa dikunci dan nyoman terlihat terduduk sambil menutup kedua telinga dan berteriak amat kencang. Kita langsung buru-buru ke kamar Nyoman.

Saat hendak masuk, kita tertahan pintu kamar yang seperti terkunci padahal kunci untuk kamar Nyoman dipegang oleh pak Amin. Pak Amin langsung mengambil kunci dan membuka pintu, hasilnya akhirnya bisa terbuka. Namun saat mencoba membuka kamar mandi tidak bisa! Seperti pintu dikunci dari dalam. Hendak didobrak pun tak bisa karna membukanya harus dengan ditarik bukan didorong. Lalu pak Amin membaca ayat suci Al-quran bersamaan dengan teriakan Nyoman yang keras dari dalam kamar mandi. Saking kerasnya banyak penghuni kostan keluar dan menyaksikan apa yang terjadi. Saat masih mencoba membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba ardi kesurupan sehingga harus ditenangkan oleh penghuni kost lainnya dan tugas pak Amin pun menjadi berlipat.

Pak Amin  berusaha menyadarkan Ardi terlebih dahulu, sedangkan aku dan beberapa penghuni kost disuruh mengaji untuk menyelamatkan Nyoman dari kamar mandi. Saat Pak Amin sedang berusaha menyadarkan Ardi, tiba-tiba aku merasa seperti déjà vu. Aku melihat seperti apa yang pernah aku alami, entah kapan dan tiba-tiba aku merasa pusing sehingga harus berbaring. Tiba-tiba rasa pusing hilang, aku berusaha ikut mengaji untuk menyelamatkan Nyoman. Ardi tersadar dari kesurupannya, dan pintu kamar mandi berhasil terbuka. Wajah Nyoman sangat pucat, terdapat beberapa cakaran di tangan kanannya. Nyoman terasa sangat dingin, Pak Amin menyuruh salah satu penghuni kost yang datang untuk mengambil teh manis hangat di kamarku namun aku langsung reflek meminta agar aku saja yang mengambil. Saat telah mengambil 2 teh hangat, teh tersebut langsung diberikan kepada Nyomand dan Ardi dengan harapan akan memperbaiki keadaan.

Aku berkesimpulan bahwa permainan ini sebaiknya tidak dimainkan, dan sesuai dengan perkataan Pak Amin bahwa tidak aman dan tidak baik untuk bermain-main dengan makhluk astral terlebih di kamar mandi dimana disitulah tempat paling disukai makhluk astral. walau entah itu memang hantu Baby Blue seperti yang diceritakan oleh orang luar negeri atau bukan, yang pasti hantu itu sudah cukup berhasil menghantui kita.

  • Bagikan