Menyingkap Misteri Menara Saidah, Ki Prana Lewu Dapatkan Benda Misterius di Tempat

  • Bagikan

mengungkap misteri menara saidah

Menyingkap Misteri Menara Saidah, Paranormal Populer Ki Prana Lewu Dapatkan Benda Misterius di Tempat – Bangunan Menara Saidah yang berada di Cawang, Jakarta Timur kembali jadi pembicaraan publik. Hal tersebut karena terdapatnya order yang didapat driver ojek online (ojol) ke tempat itu.

Walau sebenarnya bangunan itu sudah lama tidak bekerja. Terdapatnya order fiktif itu membuat narasi misteri Menara Saidah itu kembali diulas.

Lalu apakah benar Menara Saidah mempunyai cerita misteri? 

Paranormal Ki Prana Lewu juga berupaya menyingkap kebenaran dari misteri Menara Saidah. Ki Prana Lewu coba mendatangi tempat gedung punya suami Inneke Koesherawati itu.

“Gedung dibelakang saya ini cukup fantastis serta besar. Pada saat itu cuma berusia 6 tahun saja,” sebut Ki Prana Lewu.

Tidak cuma menerawang gedung itu, rupanya ada hal yang mengundang perhatian Ki Prana Lewu yaitu kehadiran satu pohon di belakang Menara Saidah.

Pohon itu tidak mempunyai ukuran besar tetapi konon memiliki kemampuan metafisika yang bersemayam.

“Ini pohon persis berada di belakang gedung ya,” papar Ki Prana Lewu.

Ki Prana Lewu selanjutnya memperhatikan keberadaannya serta susunan pohon itu.

Di pohon itu ada beberapa benjolan seperti duri yang berada di batangnya.

“Saya tidak tahu ini pohon apa ya,” saya Ki Prana Lewu.

Ki Prana Lewu lalu menerawang pohon itu.

Tetapi, sekejap sesudah menerawang, Ki Prana Lewu malah temukan benda misterius.

Benda misterius itu seperti mustika yang disebut bentuk dari kehadiran figur penunggu di tempat itu.

Ki Prana Lewu juga memperlihatkannya ke camera benda misterius yang ditemukannya.

Menyingkap Misteri Menara Saidah, Paranormal Populer Ki Plana Lewu Dapatkan Benda Misterius di Tempat

“Ini daya yang kita coba hadirkan di sini. Tempat ini kelihatannya memang dijaga oleh ratu ular sebab ia mempunyai benda (red: mustika),” sebut Ki Prana Lewu.

Selanjutnya, Ki Prana Lewu mengatakan, tempat Menara Saidah sebelum gedung itu berdiri adalah tempat pemakaman.

Ki Prana Lewu 

“Nah ada peluang ada makam yang belum diangkut waktu akan bangun gedung. Dari pemakaman itu pada akhirnya mengalir daya yang tidak dapat diterangkan dengan logika,” papar Ki Prana Lewu.

Bukti Menara Saidah Punya Suami Inneke Koesherawati 

Waktu TribunJakarta.com ada di seputar Menara Saidah, gedung tinggi yang berada di bilangan Jalan Gatot Subroto, Pancoran Jakarta Selatan, makin kelihatan tua.

Telah satu dekade gedung tinggi 28 lantai itu kosong tidak berpenghuni serta tidak tertangani.

Sepanjang 10 tahun kosong, dinding gedung ini telah kelihatan benar-benar kedaluwarsa serta kacanya mulai pecah.

Gedung ini mulai dibuat pada tahun 1995 serta usai 1998 dengan nama Gedung Grancindo.

Sayangnya, semenjak 2009 yang lalu Menara Saidah ini telah dikosongkan sebab fondasi gedung tidak tegak serta miring.

Mulai tahun 2012, gedung tinggi itu telah mulai tidak tertangani sebab jalan masuk serta keluarnya yang rusak serta keadaan dalam gedung gelap.

Kelamaan kosong, keadaan Menara Saidah juga membuat warga sekelilingnya cemas bila berlangsung suatu hal.

Kekosongan gedung ini sempat juga jadi pembicaraan sebab disangka ada ketidakberhasilan bangunan sampai membuat gedung itu miring.

Berikut beberapa bukti mengenai Menara Saidah yang dikumpulkan TribunJakarta.com

Punya Suami Inneke Koesherawati 

Bangunan yang dahulunya namanya Gedung Gracindo ini pernah diperbaiki besar serta bertukar nama jadi Menara Saidah.

Nama Menara Saidah diambil dari nama pemiliknya Saidah Abu Bakar Ibrahim.

Saidah Abu Bakar Ibrahim adalah ayah dari Fahmi Darmawansyah yang disebut suami dari Inneke Koesherawati.

Style romawi menara Saidah 

Di balik penampilan kedaluwarsa serta tidak tertangani, gedung ini mempunyai design bangunan memiliki konsep romawi yang jarang-jarang dipunyai gedung perkantoran biasanya.

Kesan-kesan romawi ada dari jumlahnya dekorasi-dekorasi patung seperti Julius Caesar serta singa yang menghiasi ruang fasad dan lobi.
Pilar-pilar kuat berwarna hijau dan atap lobi gedung ini tampil kontras dengan bangunan di sekelilingnya.

Pilar kuat menara saidah 

Pemakaian sentuhan bergaya romawi ini sukses memberi kesan-kesan istimewa serta kuat buat tiap orang yang menyaksikannya.
Dua buah patung singa putih seakan menyongsong kehadiran beberapa orang yang mengunjunginya.

Di bagian lobby, kesan-kesan romawi juga masih ada dengan kental lewat pemakaian patung yang terdapat ditengah-tengah fountain.

Keramik mozaik yang dipakai juga bersatu cocok dengan ide romawi yang dipakai dalam membenahi gedung berlantai 28 ini.

Masih Ada Penjaga 

Lama kosong serta tidak ada pekerjaan perkantoran, Menara Saidah masih dijaga oleh security atau satpam.

Menara Saidah ialah nama gedung yang dahulunya adalah pusat perkantoran di Jalan Gatot Subroto Pancoran, Jakarta Selatan.

Pengamatan TribunJakarta.com, Senin (30/9/2019) di Menara Saidah terlihat beberapa petugas yang berjaga.
Disamping itu, di muka atau belakang Menara Saidah terlihat ditutup dengan seng dengan tinggi yang bervariatif.

Saat malam satu lampu terlihat menyala dibagian depan Menara Saidah.

Disamping kiri bangunan masih terlihat iklan yang tertulis ‘Menara Saidah Disewakan dalam Rupiah’.

“Ada terus (yang menjaga), tidak pernah sepi,” kata salah satunya penjaga gedung, Surahman seperti dikutip dari Kompas.com.

  • Bagikan