Misteri Bayangan di Cermin

  • Bagikan

Aku biasa dipanggil Adi, umurku 18 tahun. aku masih duduk dibangku kelas 3 SMA saat itu. aku tinggal di rumah bersama keluarga. aku memiliki seorang adik perempuan dan 3 orang kakak laki-laki dan tentunya seorang ayah dan seorang ibu. rumah kami tidak terlalu besar tetapi kata temanku rumahku cukup besar. biasanya aku menyebut ruang belakang dan ruang utama. dimana ruang belakang terdiri dari dapur, tempat makan, mushola, kamar mandi belakang dan tempat mencuci atau menjemur. sedangkan ruang utama terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, 3 kamar tidur, dan 1 kamar mandi. antara ruang belakang dan ruang utama dipisahkan oleh sebuah kaca besar sebagai pengganti tembok, dan sebuah pintu untuk berpindah karena ruang utama ber-AC.

saat itu dii rumah ini hanyalah aku bersama kedua orang tuaku, adikku, dan seorang kakakku yang sedang libur kuliah. aku tidur bersama kakakku, dan adikku tidur bersama ayah dan ibu, sedangkan kamar adik memang jarang dipakainya untuk tidur karena dia tidak berani tidur sendirian.

pada suatu pagi di hari minggu, aku terbangun dan langsung menonton tv di ruang keluarga. ruang keluarga yang bersebelahan dengan kaca besar sebagai pemisah ruang utama dan ruang belakang merupakan tempat favorit aku untuk menonton tv, ya ruangan dingin dan tv yang besar membuat sensasi menonton tv menjadi nyaman. saat sedang asik menonton tiba-tiba ibuku mengajak untuk pergi jalan-jalan sembari berbelanja bulanan namun aku menolak padahal kaka dan adekku ikut. “Sendiri lagi haduh” gumamku dalam hati, ketika semuanya pergi dan suara mobil terdengar menjauh saat itu suasana menjadi sangat sunyi. rumah yang letaknya di sebuah perumahan dinas yang dimiliki BUMN yang letaknya bisa dibilang ditengah hutan sehingga jarang bahkan tidak ada yang melewat.

entah berapa lama aku menonton tv, aku merasa mengantuk namun aku cuek saja dan tetap menonton hingga mata semakin berat dan berat. “Duh ngantuk banget gila, tumbenan padahal masih pagi banget” ucapku saat itu. entah karena apa, tiba-tiba aku merasa sedikit merinding dan ruangan terasa sangat dingin. ruangan yang terasa sangat dingin dicampur merinding membuat badanku berkeringat. “anjer, ada apaan neh?” ucapku bertanya apa yang terjadi saat itu, karena merasa tidak enak maka aku memilih untuk beranjak dari ruang keluarga menuju kamar tidur dan berencana untuk tidur karena sudah sangat mengantuk.

Berbaringlah aku di kasur dan ku peluk erat guling kesayanganku. sedikit info, di kamar tidurku itu arah kasur menghadap ke sebuah cermin yang lumayan besar yang tertempel di dinding sehingga apabila aku tiduran maka aku akan melihat bayanganku sedang tiduran pula dicermin tersebut. aku mengambil headset dan memasangkannya ke hp yang sudah kusiapkan untuk mendengarkan lagu agar membantu untuk terlelap dalam tidur. “di jakarta aku kan kembali…” sebuah lagu dari Koes Plus menemani tidurku, namun tiba-tiba aku merasa seperti ada yang mengetuk jendela dari luar. aku lepas headset untuk memperhatikan jendela namun tidak ada apa-apa maka aku pasang dan aku kembali mendengarkan lagu.

di kala sang bulan purnama, bersinar di atas telaga. terdengar suara menggema, melagukan balada tua. kisah seorang putri yang telah patah hati, lalu bunuh diri…” lagu yang berbeda dari sebelumnya namun tetap dari Koes Plus yang masih menemani perjalananku menuju tidur ini membuat aku sedikit cemas. entah kenapa dengan lagu ini aku menjadi berpikir dan saling menghubungkan kejadian saat menonton tv dan ketukkan jendela itu, semakin aku berusaha melupakannya maka semakin aku memikirkannya dan semakin keras. aku merasa sangat ketakutan, dengan mata yang masih terpejam aku tidak berani untuk membuka mata dan melihat sekitar.

Tenggelam di telaga sunyi, bersama cintanya yang murni” dengan berakhirnya lagu itu, tiba-tiba music player di hp tidak lagi memutar lagu. maka aku buka mata dan mencari hp. hpku ada disebelah badanku, namun aku tidak sengaja menatap sekejap ke cermin besar yang ada di hadapanku seperti ada sesuatu. karena hanya sekejap, maka aku mencoba beranikan diri untuk melihat kembali ke arah cermin namun tidak ada apa-apa. “ah hayalan aja kali deh” pikirku saat itu, dan kembali mendengarkan lagu.

saat sedang asik mendengarkan lagu tiba-tiba terasa seperti gempa. kasurku bergoyang, tidak terlalu kencang namun sangat terasa! aku membuka mata yang tidak sengaja langsung menatap kearah cermin, disana aku melihat sebuah bayangan tepat disela-sela antara kasur dengan jendela yang berada dibelakang kasurku. aku tengok ke belakang namun tidak ada apa-apa, aku kembali melihat kearah cermin sosok putih itu masih disana! aku terpaku, mati rasa, tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa menatap mata hantu tersebut. sebuah wajah pucat, tatapan kosong yang seakan menatap langsung kearah mataku, rambutnya yang panjang terurai acak-acakan semakin membuat dirinya menakutkan. aku berusaha untuk bergerak tetapi tidak bisa, ingin berteriak namun tidak bisa! aku yang secara kurang mendalami agama tidak bisa berdoa apa-apa selain meminta kepada Tuhan untuk menyelamatkanku dari makhluk ghaib ini. tiba-tiba dia berteriak sangat kencang, lagu di headsetku sudah tidak terputar. suara yang keras dan melengking itu seakan menusuk diriku, semua buluku berdiri, aku bergetar ketakutan. aku melihat dia seperti memegang kepalaku padahal aku tidak merasa kepalaku dipegang. aku melihat kepalaku yang telah dipegang hantu tersebut patah karena ditarik kebelakang hingga keluar darah dari hidung. tiba-tiba aku terbangun dengan keringat disekujur badanku, aku terengah-engah dan ketakutan, aku memegang tubuhku dan bersyukur semuanya hanya mimpi. aku mengambil hp dan melihat bahwa lagu yang diputar masih sama yaitu Telaga Sunyi yang dinyanyikan Koes Plus. aku segera keluar kamar dan berdiam diri di depan rumah untuk menenangkan hati.

lalu datanglah sebuah mobil, ya itu adalah keluargaku. mereka tidak jadi belanja karena mall terdekat sudah penuh, sehingga memutuskan kembali ke rumah. aku menceritakan kepada ayah dan ibuku, mereka menyarankanku untuk belajar dan mendalami ajaran keagamaan dan tidak lupa untuk berdoa sebelum melakukan sesuatu.

  • Bagikan