Museum Ullen Sentalu

  • Bagikan

Museum Ullen Sentalu berada pada area dalam Taman Kaswargan, Kaliurang. Karakter Museum ini adalah museum yang unik. Museum ini tidak dioperasikan oleh sebuah institusi, melainkan sebuah perusahaan. Museum swasta ini beroperasi dibawah naungan Yayasan Ulating Blencong. Selain itu, museum ini juga tidak memanfaatkan gedung yang merupakan cagar budaya.

Museum Ullen Sentalu

Visi Museum

Museum ini menempati sebuah gedung baru yang sengaja mereka bangun pada sebuah lahan kosong. Visi Museum Ullen Sentalu adalah untuk berfungsi sebagai jendela peradaban seni dan budaya Jawa.

Misi Museum

Sedangkan misi Museum Ullen Sentalu menurut situs resmi museum ini adalah untuk mengumpulkan, mengkomunikasikan dan melestarikan warisan seni dan budaya Jawa yang terancam pudar. Guna menumbuhkan kebanggaan masyarakat pada kekayaan budaya Jawa sebagai jati diri bangsa.

Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen Sentalu berbeda dari museum-museum lain yang ada di Yogyakarta. Pembangunan Museum ini mengembangkan paradigma baru. Berbagai hal yang unik mereka aplikasikan pada museum ini untuk membuatnya menjadi museum yang menarik, bukan museum yang membosankan. Contohnya, koleksi-koleksi museum ini tidak mereka beri label. Jadi, museum ini mengandalkan tour guide untuk menjelaskan segala sesuatu yang ada pada museum.

Tentunya, mendengarkan penjelasan dari seorang tour guide saat mengunjungi sebuah museum jauh lebih menarik daripada sekedar melihat-lihat berbagai benda koleksi museum yang mereka beri label.

Fasilitas Museum

Dalam Museum Ullen Sentalu terdapat banyak ruangan, yang meliputi:

  1. Ruang Selamat Datang, yang merupakan ruang penyambutan tamu/pengunjung museum.
  2. Bagian Ruang Seni Tari dan Gamelan, yang berisi seperangkat gamelan yang dihibahkan oleh seorang pangeran Kasultanan Yogyakarta.
  3. Ruang Guwa Sela Giri, yang merupakan ruangan yang mereka bangun berada bawah tanah. Pada ruangan ini mereka pamerkan karya-karya lukis dokumentasi tokoh-tokoh dari Dinasti Mataram.
  4. Ruang Syair, yang menampilkan syair-syair yang tertulis oleh para kerabat dan teman-teman GRAj Koes Sapariyam pada tahun 1939-1947.
  5. Bagian Royal Room Ratu Mas, yaitu ruangan yang mereka persembahkan untuk permaisuri Sunan Paku Buwana X.
  6. Ruang Batik Vorstendlanden, yang menampilkan koleksi batik.
  7. Ruang Batik Pesisiran, yang juga berisi koleksi kain batik.
  8. Bagian Ruang Putri Dambaan, yang menampilkan koleksi foto pribadi putri tunggal Mangkunegara VII dari kecil hingga menikah.
  9. Sasana Sekar Bawana, yang berisi beberapa lukisan raja Mataram.

Selain melihat-lihat isi museum, para pengunjung juga dapat menikmati indahnya hutan alami dan taman yang ada dalam museum. Dan tentunya, karena museum ini terletak pada area pegunungan, udaranya segar dan cocok untuk bersantai.

  • Bagikan