NASA Berburu Air di Bulan Dengan Menggunakan Laser ?

  • Bagikan
NASA Berburu Air di Bulan Dengan Menggunakan Laser ?

NASA Berburu Air di Bulan Dengan Menggunakan Laser ?

ZONA ANIMASI  Laser merupakan singkatan dari bahasa Inggris yakni Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation, yang  merupakan mekanisme suatu alat yang memancarkan radiasi elektromagnetik, biasanya dalam bentuk cahaya yang tidak dapat dilihat maupun dapat lihat dengan matanormal, melalui proses pancaran terstimulasi. Pancaran laser biasanya tunggal, memancarkan foton dalam pancaran koheren. Laser juga dapat dikatakan efek dari Laser (singkatan dari bahasa Inggris: Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation) merupakan mekanisme suatu alat yang memancarkan radiasi elektromagnetik, biasanya dalam bentuk cahaya yang tidak dapat dilihat maupun dapat lihat dengan mata normal, melalui proses pancaran terstimulasi. Pancaran laser biasanya tunggal, memancarkan foton dalam pancaran koheren. Laser juga dapat dikatakan efek dari mekanika kuantum. (Wikipedia,05/05/2020)

     Dan pada biasanya alat yang satu ini dipergunakan untuk kedokteran, Industri, komunikasi dll.
     Namun pada beberapa waktu yang lalu NASA memanfaatkan laser guna mencari dan mencairkan es di permukaan bulan yang akan menjadi sumber mata air disana.
     Menurut detik,Lunar Flashlight, demikian sebutan misi ini, akan dibawa oleh satelit penelitian CubeSat yang berperan mencari potensi sumber air potensial yang penting bagi misi NASA di masa depan dalam penjelajahan luar angkasa. (Dikutip Selasa, 05/05/2020).
     “Meski kami punya perkiraan cukup bagus bahwa ada es di dalam kawah paling dingin dan paling gelap di Bulan, pengukuran yang dilakukan sebelumnya masih sedikit ambigu,” jelas Barbara Cohen, peneliti utama misi Lunar Flashlight sebagaimana dikutip laman Slash Gear, Rabu (29/4/2020).

Menurut Cohen, mengirimkan satelit pencari sumber air akan lebih efektif ketimbang mengutus langsung astronot ke satelit alami Bumi tersebut.

“Secara ilmiah, itu masuk akal. Tetapi jika kita berencana mengirim astronot ke sana untuk menggali es dan meminumnya, kita harus yakin dulu kalau (sumber air) itu ada,” sambungnya.

    Setelah satelit CubeSat berhasil diluncurkan dari bumi dan mengorbit di sekitar bulan. Satelit CubeSat akan menukik di sekitar dua kutub bulan yakni Utara dan Selatan. Setelah selama dua bulan maka satelit CubeSat akan memancarkan sinar laser ke daerah-daerah dimana terdapat kawasan permanen disana.

     Menurut rencana, maka dalam misi kali ini
satelit CubeSat akan memancarkan 4 buah laser, dengan menggunakan panjang gelombang inframerah-jarak dekat yang akan berperilaku berbeda tergantung pada permukaan yang dijamahnya, apakah batu atau air beku.

     4 laser ini akan bekerja dengan sistem semakin  sedikit cahaya yang dipantulkan, artinya permukaan tersebut telah diserap oleh air beku di dalam kawah yang gelap itu. Semakin sedikit yang terpantulkan, semakin banyak kemungkinan sumber air ditemukan di sana.

     Menurut para peneliti Untuk lokasi yang dimungkinkan terdapat nya air itu sangat beragam dan bervariasi, karena beberapa daerah pada permukaan bulan kemungkinan terdapat air hal ini sebagai akibat dari tabrakan komet dan asteroid ke bulan, yang membawa bahan kimia yang membeku.

      Sumber lainnya dapat mencakup interaksi antara tanah Bulan dan angin Matahari. Terlindung dari kelebihan sinar Matahari, air dan bahan kimia lainnya di dalam kawah malah akan berakumulasi secara bertahap selama miliaran tahun. (Detik, Selasa 05/05/2020)

Dan pasti kalian ada yang bertanya jika dibulan kemungkinan terdapat air lantas seberapa banyak air yang tersedia, dan apakah mampu memenuhi kebutuhan umat manusia saat ini yang jumlah nya mencapai 7M lebih pada 2020 ini.

Seperti dikutip dari Detik, Seberapa banyak sumber air yang bisa ditemukan masih belum bisa dipastikan. Namun yang jelas, misi Lunar Flashlight harus bisa mengisi kekosongan pengetahuan tentang seberapa banyak air yang dapat diakses di permukaan Bulan yang bisa diambil.

 

Sumber air ini nantinya bisa dicairkan dan dimurnikan. Para astronot NASA dapat menggunakannya baik untuk minum maupun sebagai bagian dari sumber bahan bakar mereka untuk misi penjelajahan luar angkasa yang lebih jauh di masa depan. (Detik,Selasa 05/05/2020).

Nah itulah informasi mengenai misi masa yang memakai laser dalam mencari air di bulan. Tetap kunjungi ZONA ANIMASI untuk mendapatkan informasi mengenai luar angkasa lainnya.

Sumber bacaan:
Wikipedia
Detik
Headtopics

 

  • Bagikan