Necroplanetologi , Cabang Bidang Ilmu Asronomi Yang Baru di Ketahui ?

  • Bagikan
Necroplanetologi , Cabang Bidang Ilmu Asronomi Yang Baru di Ketahui ?
Gambar By NationalGeographic

 

Necroplanetologi , Cabang Bidang Ilmu Asronomi Yang Baru di Ketahui ?  Pada tahun 2015 silam sejumlah peneliti menemukan sebuah bintang bintang katai, yang memiliki jarak 570 Tahun cahaya dari bumi. Bintang katai tersebut meredup beberapa titik dengan unsur-unsur yang semestinya di temukan di planet batu.
 
    Nama dari bintang yang berwarna putih ini atau bintang katai ini adalah WD 1145+017, dimana telah mati tak lama setelah penemuannya yang berada dalam proses menghancurkan benda-benda antasiksa di sekitar orbit bintang katai ini.
 
    Aneh nya bintang katai ini benda-benda angkasa di sekitarnya malah bisa selamat, pasalnya seharusnya jika bintang katai putih umumnya akan mengeluarkan banyak material ketika mati dengan suatu ledakan.
 
    Bangkai WD 1145 + 017 pun menjadi rekonstruksi forensik astronomi untuk memahami bagaimana dan seperti apa caranya suatu benda bintang mati (dikutip dari NationalGeographic, Senin 13/04/2020)
 
    Pada fenomena yang seperti inilah, para astronom dari Amerika Serikat dan Inggris menyebutnya sebagai ilmu baru yakni Necroplanetologi, yang secara khusus mempelajari segala hal mengenai bangkai antariksa.

Necroplanetologi

Menurut para ahli Necroplanetologi, analisi mengenai WD 1145 + 017 bisa diterapkan pada penemuan masa mendatang di sistem bintang katai putih lainnya untuk memahami bagaimana planet mati mengorbit berbagai jenis bintang mati.
 
     Bintang katai putih tersebut ternyata di ketahui memiliki gravitasi yang kuat. Hal ini, menunjukkan bahwa ia telah mengumpulkan banyak material baru dari bangkai-bangkai yang selamat dari proses kematian bintang.
 
   Sekelompok peneliti yang terdiri dari gabungan 3 Universitas, seperti Universitas of Colorado, Wesleyan University, dan Universitas of Warwick melakukan sebuah simulasi guna mnempatkan batasan-batasan pada bangkai antariksa yang tidak terdampak dari Proses pasang-surut  gravitasi bintang pada prose pasang-surut gravitasi bintang pada proses kematiannya. Simulasi tersebut menggunakan 36 bangkai antariksa yang komponen strukturnya digunakan untuk meneliti inti dan mantel, komposisi  mantel, kerak dan orbit bangkai planet.
 
      Berdasarkan Penelitian yang di terbitkan di diterbitkan di The Astrophysical Journal, simulasi ini menunjukan bahwa bangkai yang paling mungkin menghasilkan apa yang diamati dalam WD 1145 + 017, memiliki inti yang kecil dan mantel kerapatan rendah.
 
Selanjutnya, para astronom ingin bintang-bintang misterius lainnya seperti KIC 8462852, bintang AKA Tabby, yang peredupannya tidak konsisten, juga bintang katai putih lainnya yang memakan bangkai antariksa seperti ZTF J0139 + 5245 dan WD J0914 + 1914, untuk diteliti secara necroplanetologi. Dikutip dari NationalGeographic, Rabu (15/04/2020)
 
Sumber bacaan atau rujukan
NationalGeographic
 
   

  • Bagikan