Kontrakan Berhantu, Kisah Nyata Cerita Seram Penghuni Rumah Kontrakan Berhantu

  • Bagikan
Penghuni Rumah Kontrakan Berhantu

Cerita Seram Penghuni Rumah Kontrakan Berhantu  – Cerita serta narasi mengenai tempat angker serta berhantu memang benar ada dimana saja serta dari siapapun. Tentu banyak antara kita yang sudah pernah membaca atau dengar cerita-cerita mengenai beberapa tempat angker dengan semua cerita serta ceritanya itu.

Mungkin Anda sempat juga alami masalah hantu atau makhluk gaib beberapa type, atau seringkali rasakan aura mistis di beberapa tempat angker sebab dipercaya ada hantunya. Atau beberapa hal-hal lain yang Anda ketahui serta dengar mengenai semua hal yang bertalian dengan hantu-hantu serta beberapa tempat angker yang menyeramkan.

KMI kesempatan ini turunkan satu cerita mengenai kontrakan berhantu dalam suatu rumah kontrakan. Cerita ini diambil dari seseorang penutur atau pencerita yang namanya Putri yang bersama dengan keluarganya sudah pernah tinggal di dalam rumah kontrak yang angker sebab berhantu itu.

Penghuni Rumah Kontrakan Berhantu

Namaku Putri. Saya tingga di Cikarang Barat. Narasi mengenai rumah kontrakan berhantu di Cikarang Barat ini adalah narasi misteriku yang pertama mengenai rumah kontrakan berhantu, jadi minta maaf jika cukup amburadul jalurnya. Ini kisahnya.

Pertengahan tahun 2011 (bulannya saya lupa) rumah saya sedang diperbaiki untuk pemasangan gavalum hingga kami sekeluarga menyewa satu rumah kontrakan yang terletak tidak jauh dari rumah kami (cuma beberapa blok saja).

Waktu acara pindah-pindah itu saya serta kakak pertama saya kebagian bersihkan ruang atas (kebetulan rumah kontrakan saya ada lantai 2 nya). Kakak saya nyapu serta saya ngepel, kebetulan kakak saya telah usai menyapu serta giliran saya untuk mengepel.

Penghuni Rumah Kontrakan Berhantu

Sebelumnya sich saya tidak memiliki pemikiran yang aneh mengenai “penunggu” yang ada di dalam rumah kontrakan itu sebab saya yakin saya tidak mengganggu. Kata orang, jika kita tidak mengganggu beberapa hantu, beberapa hantu juga tidak mengganggu kita.

Tapi, cocok saya ditinggal sendirian sama kakak saya mendadak udara menjadi benar-benar menakutkan, untuk menetralkan saya nyetel lagu di ponsel gunakan handsfree. Saat asyiknya nyanyi, mendadak bulu kuduk saya merinding seperti ada yang sedang memerhatikan, saya percepat mengepel.

Keran Air

Huiii, tidak lama keran air dalam tempat wudlu terbuka sendiri, terkejut sekali tetapi berupaya untuk tenang pelan-pelan saya ke arah tempat wudlu sekalian celingukan. Coba pikirkan bagaimana begitu. Tetapi, saya berupaya untuk tenang.

Sekalian mematikan keran saya mengatakan dalam hati “Maaf jika mengganggu, saya tinggal di sini 1 bulan saja kok” terus saya ngacir ke lantai 1.

Sampai hampir tengah bulan kami sekeluarga belum pernah mengulas mengenai rumah kontrakan berhantu kami, tetapi dalam satu malam sebelum tidur saya narasi pada kakak pertama serta ibu saya mengenai insiden aneh dan perasaan dilihat setiap saat sebab telah merasakan tidak tahan , serta nyatanya mereka rasakan hal sama tetapi tidak berani mengungkapkannya.

Kakek Bermuka Pucat

Waktu itu kami narasi sampai tengah malam tetapi tidak diduga kakak ke-2 saya (yang waktu itu sedang tidur di ruang depan) lari dari kamar tidurnya sekalian menangis serta gemetar hebat. Kami juga cemas. Selekasnya ia meringkuk ketakutan sekalian dipeluk ibu.

Sekalian terbata bata serta menangis ia menceritakan jika waktu 1/2 terlelap ia merasakan badannya berat, waktu buka mata nyatanya ada kakek dengan muka putih pucat, kumis serta jenggot tebal sedang berdiri di atas perutnya selanjutnya menciumi mukanya. Wuiiihh, jika di cium cowok ganteng, mendingan begitu, justru meminta di cium terus sekalian pelukan.

Tenggorokan tercekat tidak dapat bicara atau bergerak, kumis serta jenggot kakek itu terasa riil sekali di muka, selanjutnya ia lihat pohon beringin besar yang rimbun sekali ada di atas kepalanya.

Waktu semua hilang baru ia dapat bergerak serta langsung ngibrit. Tidaklah sampai satu bulan kami langsung geser dari rumah kontrakan ke rumah sendiri yang belum usai diperbaiki, tetapi cukup sudah wajar untuk ditempati.

Pada bulan November atau Desember tahun tempo hari penyewa rumah kontrakan yang baru (sesudah kami) hadir bertamu menanyakan mengenai rumah kontrakan itu, tetapi ibu berupaya tidak untuk mengulas insiden mistis yang kami alami biarkanlah kami saja yang mengetahui.

Kami cuma meyakini jika mereka merasakannya. Faktanya, mereka yang baru mengontrak rumah berhantu itu cuma bertahan 1 bulan saja, kemudian mereka geser ke kontrakan lain.

Memang, rumah kontrakan itu betul-betul berhantu, pikirku.

  • Bagikan