Rangga & Aisyah:Nada-Nada Cinta,Chapter 2:Anak Emas Sekolah

  • Bagikan

https://glsakurapudji.blogspot.com

Sementara itu di ruangan BK bu siti (guru nya BK nya kelas rangga),sedang memperhatikan buku absen kelas XII.IS.I dan melihat banyak sekali lambang c di buku absen nya rangga.

“anak paling berprestasi di sekolah kita,sekarang malah menjadi anak paling bermasalah di sekolah ini”ucap bu siti sambil melihat absennya rangga

“ya begitulah ti,sangat disayangkan sekali,padahal setengah dari piala yang ada di rungan prestasi sekolah itu di sumbangkan oleh rangga”

“benar katamu mu hana,semejak ayah dan ibunya cerai rangga berubah menjadi sosok yang berbeda”

“nah buk siti, itulah tugas kita sebagi guru bk untuk memperbaiki lagi anak emas sekolah kita itu”jawab buk hana

“oh ya ngomong-ngomong  itu kertas apaan han,kok ada tanda tangan nya kepsek sih,kayaknya surat penting ya?”Tanya buk siti sambil melihat keatas meja

“eh emangnya ibuk tidak tau ya bahwa rangga akan di skorsing dan orang tua nya akan di panggil”

“dan ini adalah surat pemanggilan dan skorsingnya”lanjut buk hana sambil memberikan surat itu ke buk siti

“oo..begitu ya,kalo begitu biar aku aja yang memberikannya pada rangga,kan aku adalah guru BK kelasnya”
“ok..nih ambil”

****
Dan benar saja saat sampai di kelas ternyata guru pelajaran berikutnya sudah masuk,dan dengan perasaan sedikit takut rangga mengetuk pintu kelas dan meminta ijin masuk ke Rino guru matematika nya.

Tokkk..tok…
“maaf terlambat pak”
“dari mana aja kamu ngga”
“dari luar pak”sambil menundukkan wajahnya menandakan rasa bersalahnya.
“ya udah kamu sekarang boleh duduk”
“makasih pak”

Setelah mendengar itu rangga segera menuju ke meja nya yang berada di sebelah kanan dekat jendela di urutan kedua.

*****
Tak lama setelah itu bel istarahat pun berbunyi,namun rangga tidak langsung keluar karena dia dipanggil oleh guru ke ruangan BK,dan ketika sampai di ruangan BK.Rangga di sambut oleh buk siti yang merupakan guru BK nya.

“silahkan duduk ngga”

“ya buk”
“maaf buk ada apa ya ibu memanggil saya kemari”

“ngga,kamu sebenarnya adalah anak emas sekolah ini,kamu sudah banyak mendapatkan piala baik tingkat provinsi maupun nasional dan membanggakan sekolah ini,bahkan kamu pernah ikut seleksi untuk olimipiade di rio de jenairo,brazil”

“Tapi kenapa belakangan ini kamu berubah ngga,apa ini ada hubungannya ya dengan perceraian orang tua mu”

“maaf buk aku tak mau membahas itu buk”

“ya tak papa ngga,sekarang kamu pulang dan berikan surat ini kepada ayahmu”

”surat apa ini buk”

“bacalah ngga”

“surat scorsing buk?”

“ya mulai hari ini sampai minggu depan kamu akan diliburkan dulu dan ibu harap kamu dapat menggambil hikmah nya dan segera memperbaiki diri”

“baiklah buk,kalo begitu rangga ijin pamit buk”
“ya ngga”

Setelah mendapatkan ijin dari guru BK nya rangga segera menuju keruangan kelas nya di lantai dua,sambil menuruni anak tangga rangga berpikir bagaimanakah tanggapan ayahnya setelah melihat ini,dan sesampainya di lantai dua rangga bergegas menuju ke ruangan kelasnya,yang kebetulan saat itu dalam keadaan kosong,karena jam istirahat belum habis.setelah membereskan barang-barangnya rangga segera menuju ke lantai satu untuk segera keluar dari pekarangan sekolah.Setelah sampai di luar pekarangan sekolah rangga segera berjalan menuju kerumahnya.sesampainya di rumah ternyata rumah dalam keadaan kosong.

“pada kemana nih,kok kosong begini?”

“tapi ya sudahlah lagian kan aku memiliki kunci cadangan”kata rangga sambil membuka pintu,dan segera menuju ke lantai dua tempat kamarnya berada
Kamarnya rangga ini memiliki 1 buah kasur yang disamping kanan nya terdapat jendela besar sementara di depan  kasurnya terdapat sebuah meja belajar yang lengkap dengan computer dan sebuah laptop .

Karena hari ini sangat melelahkan bagi rangga,akhirnya rangga segera merebahkan tubuhnya ke atas kasur.
“huh..capek juga ya”

“aisyah ya,nama yang indah. kuharap aku dapat bertemu lagi dengan dia”

“hus tidak boleh mikirin anak orang,toh aku bukan siapa-siapa dia.Daripada aku mikiran dia mendingan aku main game lah,eh ngomong-ngomong dimana nih hp ku”kata Rangga sambil mencari-cari hp nya dan menemukan hp nya di dalam leci meja belajarnya.

“oh jadi disini ya”kata rangga sambil membuka kunci hpnya dan segera bermain game

“lah kok tidak mau login sih,ada apa nih ama wifi ku,apa ayah lupa ya membayar wifi kamarku ini”

“tapi tidak mungkin ayah lupa membayarnya,kan biasanya ayah membayar wifi ku bersamaan dengan wifi di kamarnya.mungkin wifi sedang ada gangguan kali.ya sudahlah mendingan aku makai data aja”kata rangga dan segera memulai bermain gamenya,disaat sedang asik bermain,rangga menyadari sesuatu.dan menghentikan permainan nya.

“eh tapi selama aku di scor aku mau ngapain nih,bosan lah aku kalo Cuma berdiam diri di kamar”kata rangga sambil berfikir dalam keadaan berbaring

“oh ya mendingan aku pergi kerumah nenek aja di kampung,walaupun rumahnya sederhana namun setidaknya aku merasakan kenyamanan di sana”

“yosh sudah kuputuskan,besok aku akan berangkat”kata rangga yang diiringi oleh matanya yang mulai sayu dan tenggelam ke dunia mimpi.Siang itu rangga tidurnya sangat pulas hingga seseorang membangunkannya.

“ngga..ngga…ngga…bangun nak”

“sudah sore,ngga…ngga”kata wanita itu sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya rangga
Mendapatkan tubuhnya di goyang-goyang itu rangga akhirnya terbangun.

“ya ada apa tan”balas rangga dalam keadaan setengan sadar

“dah sore ngga,dan kalau mau tidur ganti dulu sana bajumu ngga”

“ya tan..aku masih ngantuk.nanti aku ganti”

“yaudah kamu lanjut lagi tidurnya keliatannya kamu sangat capek hari ini”kata bu lia dengan penuh kasih sayang

Hari itu rangga tidurnya sangat pulas dan ketika dia bangun ternyata sang rembulan sudah memulai pekerjaannya.

“oh jadi sudah malamnya”kata Rangga sambil mengucek-ngucek matanya dan melihat kearah jendela yang ternyata hari sudah larut malam.

“hoah….jam berapa nih”kata Rangga sambil melihat jam kedinding kamarya.

“eh dah jam 7 aja”

“mendingan aku pergi mandi  dulu lah”kata rangga sambil menuju ke kamar mandi.setelah 10 menit mandi rangga lantas segera menuju ke meja makan yang ternyata ayah dan ibunya sudah menunggunya untuk makan bersama.

“eh ayah,tumben cepet pulangnya yah”

“ya soalnya tadi kerjaan ayah tidak terlalu banyak”

“silahkan duduk ngga,ngapain berdiri aja di belakang kursi,kita makan sama-sama”

“ya terima kasih nte”

“oh ya.tadi ayah mendapat kabar bahwa kamu di skorsing ya selama seminggu”

“benar yah,maaf”

Sebenarnya pak andi bukan palang marahnya,melihat kejadian ini namun kemarahan nya pak andi berhasil di redam oleh buk lia dengan cara memegang tanggan nya suaminya itu.

“jadi selama skorsing kamu rencananya mau ngapain nggga”

“rencananya aku mau ke rumah nenek di kampung yah”kata rangga yang berhenti sejenak kegiatan makannya

“oo..gitu ya,emangnya kapan kamu berangkatnya ngga?”
“besok sore ya”

“dah tuh,selesaikan dulu makannnya baru lanjut bicaranya”kata bu lia yang mengakhiri pembicaraan malam itu.

Setelah selesai makan rangga segera menuju ke kamarnya untuk segera tidur dan mengakhiri hari ini

BERSAMBUNG-Lanjut Ke Chapter 3:Perjalanan (Ongoing)

  • Bagikan