RANGGA&AISYAH: Nada-Nada Cinta, Chapter 1:Pertemuan yang merubah segalanya

  • Bagikan

                       

https://glsakurapudji.blogspot.com/

  Di suatu pagi yang cerah,disebuah perumahan elit.Hiduplah sepasang suami istri dengan seorang anak laki-laki yang bernama Rangga.Keluarga tersebut termasuk keluarga kaya dimana sang ayah yang bernama pak andi memilki beberapa perusahaan yang berjalan di bidang properti.
  Pagi itu sangatlah cerah,sinar sang surya menyapa para penghuni bumi dengan bersemangat,walaupun demikian Rangga masih saja tidur dengan pulasnya,padahal jam sudah menunjukkan jam 7 tepat.Sementara jam alarm nya sudah berbunyi dari sejam yang lalu.Tak lama setelah itu pintu kamarnya Rangga di ketuk oleh seseorang.
“Rangga,bangun nakk..hari sudah siang,mau sampai kapan kamu tertidur.Kalo tidak segera bangun nanti kamu bisa terlambat ke sekolah” ucapan perempuan yang kira-kira berumur 23 tahun,sambil mengetuk pintu kamar Rangga
“hm..lagi-lagi sok baik ya”gerutu Rangga sambil mengucek-ngucek matanya.
“Ya,tante…aku sudah bangun”lanjut Rangga sabil membuka pintu dan menemui wanita muda tersebut yang ternyata adalah ibunya
“kalau sudah bangun,mandi lalu makan di bawah bersama”perintah ibunya Rangga
“Ya tan…lagi-lagi sok baik padaku,”
“Rangga jaga ucapanmu,mau bagaimanapun dia adalah ibumu sekarang”
“Dia bukannlah ibuku yah,dia Cuma wanita yang tak tau diri.Yang merebut ayah dari ibuku”
Mendengar ucapan itu pak andi naik darah,dia sangat marah sehingga langsung berdiri dari meja makannya dan naik ke lantai 2 tempat kamar nya Rangga,dan sesampainya di depan pintu kamarnya rangga,Pak Andi langsung menampar anaknya tersebut.
“Plakkk…Jaga ucapanmu itu”
“Tampar aku ya,Tampar…”sambil menunjukkan wajahnya yang satunya lagi
“Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mengakui anda sebagai ibuku,ibuku Cuma satu,yaitu wanita baik yang sudah di campakkan oleh ayahku Cuma untuk wanita seperti mu”ucapan Rangga sambil menunjuk wajah wanita tersebut yang di iringi oleh air matanya yang mula mengalir
“Rangaa…ucapan mu makin kurang ajar”kata pak Andi yang bersiap menampar anaknya lagi,namun di halangi oleh buk Lia
“Pokoknya dia bukan ibuku”jawab Rangga sambil membanting pintu dan menutupnya pintu kamarnya
“Sudah lah mas,mungkin Rangga masih belum bisa menerima aku sebagai ibu barunya”bujuk buk Lia sesaat setelah Rangga masuk ke kamarnya
“Sebaiknya mas jaga emosi nya,ingat darah tinggi mu mas.Daripada mas marah-marah,lebih baik mas segera berangkat Ke kantor.Nanti terlambat lo”.
“kalau begitu mas pergi dulu ya”
“ya hati-hati dijalan”Kata bu Lia sambil mencium tangan suami nya itu.
Tak lama setelah ayahnya pergi rangga akhirnya keluar kamar dengan seragam lengkap sma dan bersiap untuk berangkat sekolah.
“makan dulu ngga”
“nggak tan”sambil berlalu pergi
 Jarak antara rumah rangga dan sekolah tidak begitu jauh,dan tentu saja pas sampai di sekolah.Rangga sudah terlambat dan gerbang sudah di tutup
“siall…Udah tutup aja nih gerbang,mendingan manjat dinding aja”,sambil berjalan kesamping sekolah dan bersiap untuk memanjatnya,dan dalam sekejap rangga yang tadinya berada di luar sekolah sudah berada di lingkungan sekolah.setelah sampai di pekarangan sekolah rangga bergegas untuk pergi ke kelasnya.Beruntungnya ternyata pelajaran belum dimulai kaena gurunya tidak hadir.
“lagi tidak ada guru ya”Tanya rangga pada dua temannya yang sedang duduk di bangkunya dibarisan bagian belakang.
“ya rangga,katanya guru bahasa sedang sakit makanya sekarang jam kosong”jawab Dika sahabat  karib nya Rangga
“oh,gitu ya,kalau begitu mendingan aku pergi keluar,bosan di kelas”
“oh ya ada yang mau ikut,aku mau pergi mencari angin.bosan di kelas yang tidak ada gurunya”Tanya rangga pada 2 sahabatnya itu
“tidak bro,kamu aja,aku ada sedikit urusan soalnya”
“oo..begitu ya Anton.tidak papa kok”
“kalau begitu aku keluar ya”,Ucap Rangga pada dua sahabat nya itu sambil segera berlalu keluar kelas.
Setelah dirasa situasi aman,rangga segera menuju ke tempat dimana dia masuk tadi,dan dengan Cuma 3 kali gerakan dia sudah berada di luar pekarangan sekolah.
“kali ini mau kemana ya?,mendingan aku pergi ke danau”,Ucap rangga Setelah memikirkan tujuannya, rangga segera menuju ke danau yang tidak jauh dari sekolahnya.Setelah sampai didanau rangga lantas segera menuju ke sebuah batu besar yang ada di tepi danau dan batu tersebut berada di bawah sebuah pohon besar yang rindang.
“lagi-lagi wanita jalang itu berbuat sok baik padaku”,Cetus Rangga sambil melempar batu ke dalam danau.
“sampai kapanpun aku tidak akan pernah mengakui dia sebagai ibuku,karena dia sudah mengambil ayah dari ibuku”
“menyebalkan,…”Ucap Rangga sambil berteriak
Setelah menggeluarkan semua yang dia rasakan,rangga mendengar alunan nada yang enak didengar,alunan nada tersebut sanggatlah indah yang pasti akan menenangkan hati siapapun yang mendengarkannya,nada tersebut sangatlah tidak asing bagi rangga karena ibunya juga sering memainkan alat musik yang mengeluarkan nada seperti ini.
“Ini suara biola,tak salah lagi,tapi siapa yang memainkannya?”Ucap Rangga sambil melirik kira kanan
Karena penasaran rangga segera menuju kesumber suara,dan didapatinya seorang gadis muda yang kira-kira seumuran dengan rangga,gadis tersebut sangat menikmati permainan biolanya sampai dia tidak menyadari bahwa Rangga sudah berada di belakangnya.
“Permainan yang bagus”sapa rangga yang diikuti dengan tepuk tangga dari rangga sesaat setelah gadis tersebut selesai memainkan biolanya.Mendengar ada orang yang menyapanya gadis tersebut terkejut dan jatuh kedalam danau yang untung saja dia jatuhnya ke bagian tepi yang relatif dangkal.
“oh..maaf-maaf,aku tidak bermaksud untuk mengagetkan mu,sekali lagi aku minta maaf”,Ucap Rangga sambil mengulurkan tangganya kepada gadis tersebut
“Oh tidak apa-apa kok,lagian aku juga salah,kenapa mainnya terlalu ketepi”Balas Gadis tersebut sambil menerima uluran tangan rangga dan segera naik ke tebing danau.
Untuk beberapa menit mereka berdua Cuma diam-diaman.
“Kamu sering kesini ya”ucap rangga untuk mengusir keheningan yang terjadi.
“Tidak juga,walaupun akhir-akhir ini aku sering kesini”
“O begitu ya,namaku rangga”sambil mengulurkan tangan nya dan berniat kenalan dengan gadis tersebut
“Aku aisyah,salam kenal”
“Aisyah ya?,nama yang indah”
“Ah,Tidak juga,itu Cuma nama sederhana pemberian ibuku”
“Kalau dilihat-lihat dari bajumu yang kamu pakai,pasti sekarang kamu sedang bolos kan”
“Ya begitulah”
“Kalo boleh tau kenapa kamu bolos,padahal banyak loh diluar sana yang pengen sekolah”kata aisyah dengan nada lembut yang diiringi senyuman manisnya.
“Sebenarnya aku kesini mau nenaggin diri dulu,terlalu banyak masalah yang aku hadapi,lagian kelasnya kosong kok”
“Kalo kamu sendiri ngapain kesini”
“Oo..kalo aku Cuma mau menikmati indahnya dunia sambil memainkan biola ku”
“Lah Cuma itu?”
“Ya”
“Kalo sekedar menikmati dunia bukankah kamu bisa melihatnya selalu,bukankah dunia tidak akan kemana?”
“Tidak semua orang bisa menikmati indahnya dunia ini selamanya rangga,ada beberpa orang yang Cuma bisa menikmati indahnya dunia Cuma dalam waktu sebentar”
“Maksdunya aku tidak paham?”
“Mungkin ini terasa sulit bagimu untuk memahaminya,namun percayalah suatu saat kamu pasti akan mengerti”
“Kalau begitu aisyah pulang dulu ya rangga”
“Ya aku juga mau balik kesekolah lagi”
“Oh ya kapan kapan kita boleh bertemu lagi nggak?
 “Insya ALLAH ya ngga”
“Assalammualaikum…”
“Waalaikum salam…”balas rangga
Setelah aisyah pulang ke rumahnya rangga pun bergegas untuk kembali ke sekolahnya,karena hari sudah menujukkan pukul 9.00 yang berarti jam pelajaran bahasa Indonesia sudah  berakhir.
****

BERSAMBUNG-LANJUT KE CHAPTER 2:Anak Emas Sekolah.

  • Bagikan